25 Kecamatan Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Cianjur Gelar Shalat Istisqa
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 19:50 WIB | Oleh: AlfredCIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama ribuan warga menggelar Shalat Istisqa di Taman Alun-alun Cianjur guna memohon diturunkannya hujan di tengah bencana kekeringan panjang, Kamis (17/9).
Wakil Bupati Cianjur Ramzy di Cianjur, Kamis, mengatakan Shalat Istisqa dilakukan sebagai bentuk upaya agar hujan segera diturunkan secara merata di Kabupaten Cianjur yang sudah dilanda kekeringan panjang sejak bulan Juli 2026.
Selam musim kemarau, pemerintah daerah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan berbagai cara guna memenuhi kebutuhan air bagi warga di 25 kecamatan yang terdampak cukup parah salah satunya pendistribusian air dengan tangki.
"Forkopimda Cianjur terus berupaya memberikan bantuan guna meringankan beban masyarakat terutama di kecamatan yang terdampak cukup parah dengan cara mendistribusikan air bersih melalui truk tangki setiap hari," katanya.
Sehingga untuk meminta hujan segera turun, digelar shalat bersama berbagai unsur masyarakat di Taman Alun-alun Cianjur, dengan harapan hujan turun merata di 32 kecamatan yang ada di Cianjur.
Selama musim kemarau masih terjadi, ungkap dia, pihaknya meminta warga untuk tetap siaga dan waspada terhadap bencana alam terutama kebakaran lahan dan hutan dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
"Kami berharap hujan segera turun agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapat air untuk kebutuhan sehari-hari, namun selama kemarau warga juga harus waspada dan mencegah terjadinya kebakaran akibat membakar sampan dan membuang puntung rokok sembarangan," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cianjur Iwan Karyadi, mengatakan hingga saat ini tercatat 25 kecamatan di Cianjur terdampak bencana kekeringan, dimana sebagian besar warga kesulitan mendapat ai bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Sehingga berbagai upaya dilakukan salah satunya pendistribusian air bersih dengan tangki ke sejumlah wilayah yang dapat dijangkau setiap hari, sedangkan sisanya dilakukan pembuatan sumur bor dan pipanisasi.
"Tercatat dari 32 kecamatan yang ada hanya tujuh kecamatan yang tidak terdampak kemarau, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meringankan beban masyarakat salah satunya pendistribusian air dengan tangki setiap hari," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!