Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 18:05 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Pameran bahan baku makanan dan minuman Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-30, pameran ini hadir dengan skala yang lebih besar untuk mempertemukan pelaku industri pangan dengan pemasok bahan baku, penyedia teknologi, serta mitra bisnis dari berbagai negara.
Mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”, Fi Asia Indonesia 2026 menyoroti pentingnya inovasi bahan baku dan pengembangan teknologi dalam menjawab perubahan kebutuhan konsumen. Aspek kesehatan, kandungan gizi, kualitas bahan pangan, serta keberlanjutan menjadi sejumlah faktor yang semakin diperhatikan dalam pengembangan produk makanan dan minuman.
Penyelenggaraan Fi Asia Indonesia tahun ini berlangsung pada 16–18 September 2026 dengan menempati 11 hall. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 700 peserta pameran (exhibitors) dan lebih dari 10 paviliun negara (country pavilions), sehingga membuka akses bagi pelaku industri dalam negeri terhadap berbagai inovasi dan peluang bisnis dari pasar global.
Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,77 Persen
Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza mengatakan, industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam pertumbuhan industri nasional. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,77 persen pada Semester I 2026. Sektor ini juga memberikan kontribusi sebesar 41,86 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas.
“Capaian ini menunjukkan industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan industri nasional dan juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan serta meningkatkan daya saing. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, inovasi dan kolaborasi di sepanjang rantai industri semakin penting untuk dilakukan,” ujar Faisol dalam sambutannya di pembukaan pameran ini pada Rabu (16/9).
Menurut dia, Fi Asia Indonesia dapat menjadi wadah untuk mengakses inovasi bahan baku dan teknologi sekaligus mempertemukan pelaku industri dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kehadiran pameran tersebut dinilai dapat membuka peluang kolaborasi dan mendukung pengembangan industri makanan dan minuman agar semakin inovatif, kompetitif, serta mampu merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Mempertemukan Pelaku Industri dan Pemasok Bahan Baku
Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan, kebutuhan pelaku industri saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga mencakup informasi mengenai perkembangan pasar, teknologi, dan peluang bisnis.
“Pelaku industri perlu aktif mencari mitra, memahami perkembangan terbaru, dan melihat solusi yang dapat mendukung pengembangan usahanya. Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 menjadi one-stop destination bagi pelaku industri untuk bertemu dengan pemasok, calon mitra bisnis, serta melihat langsung berbagai inovasi dan perkembangan yang dapat menjawab kebutuhan industri,” kata Adhi.
Ia menilai, interaksi langsung antara pelaku usaha dan penyedia solusi industri dapat membantu perusahaan memahami perkembangan teknologi sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan produk.
Sementara itu, Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI-FGKH IPB, Dr. Puspo Edi Giriwono, menyoroti pentingnya hubungan yang lebih erat antara dunia akademik dan industri.
Menurut Puspo, tantangan utama dari sisi akademik dan riset adalah menerjemahkan pengetahuan serta hasil penelitian menjadi solusi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
“Hal ini membutuhkan komunikasi yang lebih dekat antara peneliti dan pelaku industri agar kebutuhan di lapangan dapat menjadi bagian dari arah pengembangan riset, sementara hasil riset dapat diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, Fi Asia Indonesia 2026 dapat mendukung proses tersebut dengan menyediakan ruang bagi akademisi dan pelaku industri untuk bertukar pengetahuan, memahami kebutuhan masing-masing, serta menjajaki peluang kolaborasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!