Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia-Jerman Gandeng Daerah Kelola Sampah, Ekonomi Sirkular Didorong

1 Kamis, 17 Sep 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia-Jerman Gandeng Daerah Kelola Sampah, Ekonomi Sirkular Didorong Indonesia-Jerman Gandeng Daerah Kelola Sampah, Ekonomi Sirkular Didorong Doc: ANTARA/ Ananto Pradana
Ket. Ilustrasi Pemrosesan sampah di TPA Supit Urang, Kota Malang, Jawa Timur.

JAKARTA – Persoalan sampah membutuhkan penanganan yang tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, mengingat volume timbulan terus meningkat dan kapasitas pengelolaan di berbagai daerah masih menghadapi keterbatasan.

Karena itu, kerja sama pengelolaan sampah menjadi penting untuk memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, mulai dari pengurangan sampah di sumber hingga pengolahan dan pemanfaatannya kembali.

Kolaborasi yang terukur diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efisien sekaligus membuka nilai ekonomi dari sampah.

Indonesia bersama Jerman mengukuhkan komitmen bersama lima kota/kabupaten di Jawa Timur (Jatim) untuk memperkuat kerja sama pengelolaan sampah di tingkat daerah.

Komitmen tersebut disepakati oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Federal Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.

“Lima kota/kabupaten yang menyampaikan komitmennya adalah Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menerjemahkan visi nasional ekonomi sirkular ke dalam aksi lokal, di bawah Proyek InCircular,” kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Teguh Sambodo dikutip dari keterangan resmi Bappenas di Jakarta, Kamis (17/9).

Proyek InCircular merupakan kerja sama teknis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman yang diimplementasikan oleh GIZ Indonesia & ASEAN atas mandat Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), guna mendukung implementasi Rencana Aksi dan Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia 2025-2045.

Setiap kota/kabupaten percontohan disebut akan memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi tantangan, menguji pendekatan, membangun kemitraan, serta menghasilkan pembelajaran yang dapat memperkuat implementasi ekonomi sirkular.

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra pembangunan, sektor swasta, akademisi, serta organisasi masyarakat untuk mengubah tantangan menjadi peluang dalam menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Membangun ekonomi sirkular membutuhkan visi dan aksi bersama. Pemerintah daerah berperan penting dalam menerjemahkan arah pembangunan nasional ke dalam kebijakan, sistem, layanan, dan inovasi yang sesuai dengan konteks daerah. Ekonomi sirkular tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi juga bagaimana sumber daya digunakan secara lebih efisien, produk dan material dipertahankan nilainya selama mungkin, serta peluang ekonomi baru dapat diciptakan melalui kolaborasi lintas sektor,” ucap Teguh.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan terpilihnya Jatim sebagai wilayah kerja Proyek InCircular merupakan bentuk kepercayaan dan peluang strategis untuk memperkuat transformasi menuju pembangunan yang lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya, rendah limbah dan berkelanjutan.

“Melalui ekonomi sirkular, kita mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi timbulan sampah sejak dari sumber, serta memperkuat pemanfaatan kembali dan daur ulang,” ujarnya di Surabaya, Jatim, Selasa (15/9).

Pemerintah Jerman menganggap permasalahan sampah menjadi tantangan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan membutuhkan solusi yang sistemik serta kolaboratif.

Kemitraan yang kuat dinilai menjadi fondasi untuk mendorong perubahan nyata dan menghadirkan solusi berdampak panjang.

Melalui GIZ Indonesia & ASEAN, pemerintah Jerman memberikan dukungan kepada Indonesia. Dukungan itu sendiri telah berlangsung selama 50 tahun, dengan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor prioritas dalam beberapa tahun terakhir.

“Sepanjang kerja sama tersebut, kami melihat komitmen tinggi dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, maupun di kota/kabupaten. Proyek InCircular dikembangkan dari kebutuhan untuk memperkuat implementasi Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia. Karena itu, kami menyambut baik lima kota/kabupaten yang hari ini menyatukan langkah mereka untuk terlibat di Proyek InCircular sebagai wilayah percontohan,” ucap Director Urban Development Cluster, GIZ Indonesia & ASEAN Thomas Foerch.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

IMF: PDB Vietnam akan Lampaui Indonesia Tahun Ini

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
IMF: PDB Vietnam akan Lampa...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.