Perang Berskala Besar Makin Jadi Risiko Global
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiNew York - Sebuah survei Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan bahwa perang berskala besar semakin dipandang sebagai risiko global yang mengancam dalam waktu dekat.
Dalam Laporan Risiko Global 2026 yang dirilis pada Selasa (15/9), perang berskala besar naik 16 peringkat dalam hal kemungkinan terjadinya dalam waktu dekat dibandingkan dengan Laporan Risiko Global pertama yang diterbitkan badan dunia tersebut pada 2024.
Perang berskala besar mencatat kenaikan peringkat terbesar dalam survei tersebut. Sekitar 36 persen responden memperkirakan perang berskala besar akan terjadi dalam satu tahun, sedangkan 76 persen memperkirakan risiko tersebut terjadi dalam waktu tujuh tahun.
Dikutip dari Antara, laporan tersebut didasarkan pada survei terhadap 1.300 pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, dan sistem PBB yang mencakup seluruh kawasan di dunia.
Para responden menilai 28 risiko global yang dikelompokkan ke dalam lima kategori, yakni politik, teknologi, ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Untuk setiap risiko, responden menilai kemungkinan terjadinya, tingkat keparahan, seberapa cepat risiko tersebut dapat terwujud, kesiapan lembaga multilateral dalam menanganinya, serta faktor-faktor yang dapat membantu atau menghambat respons yang efektif.
Risiko lain yang mengalami kenaikan signifikan dalam daftar tersebut adalah krisis keuangan global yang naik 12 peringkat, keruntuhan rantai pasokan yang naik 12 peringkat, serta gangguan keamanan siber yang naik tujuh peringkat.
Sementara itu, penurunan peringkat terbesar terjadi pada risiko penurunan keanekaragaman hayati yang turun 17 peringkat, polusi berskala besar yang turun 10 peringkat, kelangkaan sumber daya alam yang turun delapan peringkat, serta risiko biologis yang juga turun delapan peringkat.
Para responden menilai sistem multilateral paling tidak siap dalam menghadapi risiko teknologi global.
Dari 28 risiko yang dinilai, konsentrasi kekuatan yang didorong teknologi menempati peringkat ke-22 dalam hal kesiapan, kecerdasan buatan (AI) dan teknologi mutakhir di peringkat ke-24, gangguan keamanan siber di peringkat ke-26, dan bencana rekayasa kebumian (geoengineering) di peringkat ke-27.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan bahwa Laporan Risiko Global 2026 menyajikan bukti yang harus menjadi landasan dalam menentukan pilihan.
"Kita berkewajiban kepada generasi sekarang dan mendatang untuk menggunakan pengetahuan ini dengan bijaksana dan bertindak selagi kerja sama masih dapat membentuk jalan menuju masa depan yang lebih aman. Pilihan ada di tangan kita," kata Guterres.
Pemangkasan Staf
Jumlah staf di organisasi internasional yang bermarkas di Jenewa berkurang lebih dari 10 persen menyusul pemangkasan kontribusi Amerika Serikat (AS), seperti dilaporkan surat kabar Blick yang mengutip Kementerian Luar Negeri Swiss.
Sejak Donald Trump kembali menempati kursi kepresidenan AS, organisasi-organisasi internasional di Jenewa telah kehilangan lebih dari 2.800 posisi pekerjaan, menurut laporan tersebut pada Selasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!