Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Berskala Besar Makin Jadi Risiko Global

28 Kamis, 17 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perang Berskala Besar Makin Jadi Risiko Global Perang Berskala Besar Makin Jadi Risiko Global Doc: AFP/Vyacheslav PROKOFYEV/POOL
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres

New York - Sebuah survei Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan bahwa perang berskala besar semakin dipandang sebagai risiko global yang mengancam dalam waktu dekat.

Dalam Laporan Risiko Global 2026 yang dirilis pada Selasa (15/9), perang berskala besar naik 16 peringkat dalam hal kemungkinan terjadinya dalam waktu dekat dibandingkan dengan Laporan Risiko Global pertama yang diterbitkan badan dunia tersebut pada 2024.

Perang berskala besar mencatat kenaikan peringkat terbesar dalam survei tersebut. Sekitar 36 persen responden memperkirakan perang berskala besar akan terjadi dalam satu tahun, sedangkan 76 persen memperkirakan risiko tersebut terjadi dalam waktu tujuh tahun.

Dikutip dari Antara, laporan tersebut didasarkan pada survei terhadap 1.300 pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, dan sistem PBB yang mencakup seluruh kawasan di dunia.

Para responden menilai 28 risiko global yang dikelompokkan ke dalam lima kategori, yakni politik, teknologi, ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Untuk setiap risiko, responden menilai kemungkinan terjadinya, tingkat keparahan, seberapa cepat risiko tersebut dapat terwujud, kesiapan lembaga multilateral dalam menanganinya, serta faktor-faktor yang dapat membantu atau menghambat respons yang efektif.

Risiko lain yang mengalami kenaikan signifikan dalam daftar tersebut adalah krisis keuangan global yang naik 12 peringkat, keruntuhan rantai pasokan yang naik 12 peringkat, serta gangguan keamanan siber yang naik tujuh peringkat.

Sementara itu, penurunan peringkat terbesar terjadi pada risiko penurunan keanekaragaman hayati yang turun 17 peringkat, polusi berskala besar yang turun 10 peringkat, kelangkaan sumber daya alam yang turun delapan peringkat, serta risiko biologis yang juga turun delapan peringkat.

Para responden menilai sistem multilateral paling tidak siap dalam menghadapi risiko teknologi global.

Dari 28 risiko yang dinilai, konsentrasi kekuatan yang didorong teknologi menempati peringkat ke-22 dalam hal kesiapan, kecerdasan buatan (AI) dan teknologi mutakhir di peringkat ke-24, gangguan keamanan siber di peringkat ke-26, dan bencana rekayasa kebumian (geoengineering) di peringkat ke-27.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan bahwa Laporan Risiko Global 2026 menyajikan bukti yang harus menjadi landasan dalam menentukan pilihan.

"Kita berkewajiban kepada generasi sekarang dan mendatang untuk menggunakan pengetahuan ini dengan bijaksana dan bertindak selagi kerja sama masih dapat membentuk jalan menuju masa depan yang lebih aman. Pilihan ada di tangan kita," kata Guterres.

Pemangkasan Staf

Jumlah staf di organisasi internasional yang bermarkas di Jenewa berkurang lebih dari 10 persen menyusul pemangkasan kontribusi Amerika Serikat (AS), seperti dilaporkan surat kabar Blick yang mengutip Kementerian Luar Negeri Swiss.

Sejak Donald Trump kembali menempati kursi kepresidenan AS, organisasi-organisasi internasional di Jenewa telah kehilangan lebih dari 2.800 posisi pekerjaan, menurut laporan tersebut pada Selasa.

Data Kementerian Luar Negeri AS menunjukkan sebanyak 25.696 orang bekerja di organisasi-organisasi tersebut pada 2024. Namun, belum genap dua tahun kemudian, jumlahnya telah berada di bawah 23.000 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Bogor Punya Wisata Alam Bar...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.