Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peta Jalan Energi Nasional hingga 2060

28 Rabu, 16 Sep 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peta Jalan Energi Nasional hingga 2060 Peta Jalan Energi Nasional hingga 2060 Doc: ANTARA/ HO-PMSE.
Ket. Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

MAKASSAR – Ketahanan energi nasional kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan ketidakpastian pasar energi global. Ketergantungan pada impor, fluktuasi harga komoditas, serta risiko gangguan pasokan dapat menjadi tantangan bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Karena itu, penguatan ketahanan energi tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan pasokan, tetapi juga membutuhkan diversifikasi sumber energi, peningkatan kapasitas produksi domestik, pembangunan infrastruktur, serta percepatan pengembangan energi terbarukan agar sistem energi Indonesia semakin tangguh dan berkelanjutan.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Unggul Priyanto dalam Sosialisasi Kebijakan Energi dan Ketahanan Energi Nasional (KEN) di Kampus Unhas Makassar memaparkan peta jalan (roadmap) ketahanan energi nasional menuju 2060.

"Kebijakan Energi Nasional (KEN) merupakan pedoman fundamental dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi Indonesia yang berkeadilan, berkelanjutan, serta berwawasan lingkungan," ujarnya di Makassar, Selasa (16/9).

Unggul Priyanto dalam sosialisasi menjelaskan, KEN tidak hanya berfungsi sebagai arah pengelolaan energi nasional, tetapi juga menjadi acuan utama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Dia menyatakan jika KEN turut serta dalam penyusunan rencana strategis kementerian dan lembaga terkait yang mencakup seluruh spektrum sumber energi mulai dari ketenagalistrikan, minyak bumi, gas bumi, batubara, hingga energi baru terbarukan.

"Tujuan akhir dari kebijakan ini adalah mendukung pembangunan Ekonomi Hijau dan memenuhi komitmen Indonesia dalam dekarbonisasi sektor energi untuk mencapai ketahanan iklim nasional," katanya.

Unggul menyoroti definisi ketahanan energi yang menjadi inti dari kebijakan tersebut, yaitu kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

"Konsep ini menekankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi, di mana transisi energi tidak boleh mengorbankan keterjangkauan bagi masyarakat maupun kelestarian alam," katanya.

Unggul menerangkan, wujud konkret dari peta jalan itu, pemerintah telah menetapkan sasaran penyediaan energi primer yang bertahap hingga tahun 2060.

Pada tahun 2030, target bauran energi baru terbarukan (EBT) dipatok sebesar 19-23 persen dengan total penyediaan energi primer 368-454 Juta Ton Oil Ekuivalen (TOE).

TOE adalah satuan energi yang menunjukkan jumlah energi yang dihasilkan dari pembakaran satu ton minyak mentah.

Target itu sendiri akan meningkat signifikan menjadi 36-40 persen pada tahun 2040 dengan volume 486-596 juta TOE, lalu melonjak drastis menjadi 53-55 persen pada tahun 2050 dengan kapasitas 595-712 juta TOE.

"Puncak dari transformasi ini diharapkan tercapai pada tahun 2060, di mana kontribusi EBT ditargetkan mendominasi bauran energi nasional sebesar 70-72 persen dengan total penyediaan energi primer mencapai 665-775 juta TOE, menandai keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan sistem energi yang bersih, mandiri, dan tangguh," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Luar Negeri
AS Pertimbangkan Pangkas Ta...
Megapolitan
Mitigasi Bencana, BPBD Tang...
Luar Negeri
Mojtaba Khamenei Masih Mena...
Rona
Layanan Whatsapp Memudahkan...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Olahraga
Sabalenka Nikmati Pertarung...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.