Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Tanaman Hias, Florikultura Bidik Masa Depan Ekonomi Hijau

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Tanaman Hias, Florikultura Bidik Masa Depan Ekonomi Hijau Doc: ANTARA/ Ari Bowo Sucipto.
Ket. Ilustrasi - Petani memanen bunga Krisan untuk selanjutnya dikirim ke Kalimantan, di Sidomulyo, Batu, Jawa Timur.

TANGERANG – Industri florikultura memiliki prospek yang semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan terhadap tanaman hias, bunga potong, dan berbagai produk hortikultura bernilai ekonomi tinggi.

Selain menjadi komoditas perdagangan, florikultura juga berkembang sebagai bagian dari gaya hidup, dekorasi, hingga kebutuhan industri kreatif.

Namun, pengembangannya masih membutuhkan penguatan dari sisi kualitas produksi, teknologi budidaya, kontinuitas pasokan, serta akses pasar agar mampu meningkatkan daya saing dan memberikan nilai tambah lebih besar bagi pelaku usaha.

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding menilai bahwa industri florikultura nasional memiliki potensi dan posisi strategis sebagai motor penggerak baru ekonomi hijau.

Menurut Karding, melalui pagelaran Floriculture Indonesia International (FLOII) 2026 merupakan jendela untuk membuka masa depan industri florikultura Indonesia sekaligus mengenalkan kekayaan biodiversitas nusantara ke kancah global guna menggenjot nilai ekspor.

"Sektor florikultura harus dipandang secara luas sebagai pilar penting dalam pengembangan ekonomi hijau, inovasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan industri kreatif di tanah air," katanya, Kamis (17/9).

Ia mengatakan melalui tema "United by Nature", FLOII memiliki makna filosofis yang mendalam karena tanaman mampu menyatukan berbagai elemen mulai dari breeder dengan nursery, pengusaha hingga konsumen, serta pemerintah dengan komunitas untuk bersama-sama membawa Indonesia menuju pasar internasional.

Berdasarkan data aplikasi sistem pengukuran ekspor-impor BestTrust milik Barantin, total nilai perdagangan ekspor-impor tanaman hias pada periode 2025–2026 tercatat mencapai Rp4,42 triliun, dengan khusus tahun berjalan dari Januari 2026 hingga minggu kedua September telah membukukan angka Rp3,51 triliun.

Selain itu, lanjut dia, potensi pasar domestik juga dinilai sangat fantastis. Perdagangan tanaman hias di dalam negeri diperkirakan berkisar antara Rp20 triliun hingga Rp40 triliun, angka itu bahkan dinilai masih dikelola secara alami dan belum sepenuhnya di-treat secara optimal.

Dengan peluang bisnis yang besar, Karding mengajak masyarakat, khususnya para pencinta tanaman hias, untuk melihat hobi tersebut sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang produktif dan bernilai tambah tinggi.

"Ini masih dikelola secara alami, belum di-manage, belum di-treatment secara sungguh-sungguh, potensi ekonominya seperti ini. Kita bayangkan berapa rakyat kita bisa berdaya karena hobi tanaman hias," katanya.

Sementara itu, Steering Committee Floriculture Indonesia International (FLOII) Rustika Herlambang menambahkan bahwa penyelenggaraan FLOII Expo tahun 2026 mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu poros penting dalam peta florikultura.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Barantin: Ekspor Florikultu...
Luar Negeri
WHO Ajukan Pendanaan Tambah...

Banjir Bandang Menerjang 22 Desa Aceh

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Banjir Bandang Menerjang 22...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.