Pemprov Papua Tengah Siapkan Rp80 Miliar, Bandara Nabire Butuh Rp500 Miliar untuk Pengembangan
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim PenulisNabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk mendukung pengembangan Bandara Douw Aturure Nabire yang membutuhkan peningkatan fasilitas melayani pertumbuhan kebutuhan transportasi udara.
Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley saat dihubungi dari Nabire, Rabu (16/9), mengatakan dukungan anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam pengembangan infrastruktur transportasi udara di ibu kota provinsi.
“Kita siap anggarkan sekitar Rp80 miliar, namun tentu kita juga butuh dukungan dari Kementerian Perhubungan,” katanya.
Ia menjelaskan, kebutuhan pengembangan Bandara Nabire secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar dan sudah disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Perhubungan Suntana bersama sejumlah pejabat eselon I Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin (14/9).
Pemprov membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk pembiayaan pembangunan yang belum dapat ditanggung melalui anggaran daerah.
Menurutnya, salah satu kebutuhan utama adalah pengembangan sisi udara bandara, termasuk pelebaran landasan pacu agar dapat mendukung pelayanan penerbangan dengan pesawat berkapasitas lebih besar.
Pengembangan tersebut diperlukan seiring meningkatnya kebutuhan transportasi udara setelah Nabire menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah.
Selain landasan pacu, pengembangan juga mencakup peningkatan fasilitas pendukung bandara dan terminal agar mampu memenuhi kebutuhan pelayanan pesawat berkapasitas lebih besar.
Ia mengatakan, dukungan pemerintah pusat diperlukan karena pengembangan Bandara Nabire tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga konektivitas dan distribusi logistik di Papua Tengah.
"Wakil Presiden Gibran Rakabuming telah meninjau pengembangan Bandara Douw Aturure pada April 2026 dan menekankan pentingnya pengembangan bandara untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan transportasi udara di Papua Tengah," katanya.
Ia berharap sinergi pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat mempercepat pengembangan Bandara Nabire sehingga fasilitas penerbangan semakin mampu mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di Papua Tengah.
Selain Bandara Nabire, pemerintah provinsi juga mengusulkan peningkatan sejumlah bandara perintis yang telah lama beroperasi di Papua Tengah, termasuk di Kabupaten Puncak, Mimika, Deiyai dan Dogiyai.
Menurutnya, peningkatan bandara perintis diperlukan untuk memperbaiki konektivitas masyarakat di wilayah yang masih bergantung pada transportasi udara.
"Kami sudah dorong untuk ada peningkatan bandara yang ada karena daerah itu bandara perintis sudah cukup lama," ujarnya.
Pengembangan infrastruktur transportasi tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas antar daerah, memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung distribusi barang di Papua Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!