Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pabrik Sepatu di Dlanggu Mojokerto Terbakar Hampir 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 19:41 WIB | Oleh:
Pabrik Sepatu di Dlanggu Mojokerto Terbakar Hampir 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan Doc: Istimewa
Ket. Besarnya api diduga berkaitan dengan material yang tersimpan di area gudang. Namun, mengenai sumber api, petugas masih melakukan penyelidikan.

MOJOKERTO - Kepulan asap tebal membubung dari kawasan sebuah pabrik sepatu di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Kamis (17/9). Kebakaran yang berlangsung sejak pagi itu membuat ratusan pekerja segera meninggalkan area pabrik.

Sekitar 270 karyawan berada di lokasi ketika api mulai diketahui muncul sekitar pukul 10.00 WIB. Para pekerja kemudian bergegas keluar dari bangunan untuk menghindari risiko akibat kobaran api yang semakin membesar dan pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 13.55 WIB

“Begitu lihat asap dan api, pekerja langsung keluar. Suasananya sempat panik, semua berusaha menyelamatkan diri,” kata salah seorang pekerja.

Bangunan yang terbakar merupakan area gudang bahan baku. Api dengan cepat berkembang karena di dalamnya terdapat berbagai material produksi sepatu yang mudah terbakar, termasuk spons.

Petugas pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan dari sejumlah titik. Sedikitnya tujuh unit mobil pemadam dikerahkan, dibantu satu kendaraan water cannon serta belasan truk tangki untuk memasok air.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan seluruh pekerja berhasil dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Dia menegaskan bahwa keselamatan pekerja menjadi prioritas saat proses penanganan berlangsung. Setelah seluruh karyawan dipastikan berada di lokasi aman, petugas kemudian berkonsentrasi menangani kobaran api.

“Yang paling penting pekerjanya sudah keluar semua dan aman. Setelah itu kami fokus bagaimana api bisa segera dikendalikan,” ujar Rinaldi.

Menurutnya, proses pemadaman dilakukan dengan mengerahkan sejumlah kendaraan pemadam dan tangki air. Petugas juga melakukan pembasahan setelah api utama berhasil dikendalikan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Karena di dalamnya banyak bahan yang mudah terbakar, api memang harus ditangani dengan cepat. Setelah padam, kami tetap lakukan pembasahan supaya tidak muncul api lagi,” katanya.

Besarnya api diduga berkaitan dengan material yang tersimpan di area gudang. Namun, mengenai sumber api, petugas masih melakukan penyelidikan.

Salah satu pekerja sebelumnya menyebut kebakaran diduga bermula ketika terdapat pekerjaan pengelasan di sekitar gudang. Percikan las disebut mengenai material spons dan kemudian memicu api. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan karena pihak yang melakukan pekerjaan pengelasan memberikan keterangan berbeda.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan memeriksa lokasi untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.