Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya? Doc: ANTARA/ Andry Denisah.
Ket. Ilustrasi-Nelayan menata ikan hasil tangkapan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodohoa.

CIREBON – Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan sektor perikanan tangkap yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Di tengah kebutuhan peningkatan produksi sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut, keberadaan BBPI menjadi penting dalam mendorong penerapan teknologi penangkapan ikan, peningkatan kapasitas nelayan, serta penguatan tata kelola perikanan agar manfaat ekonomi sektor kelautan dapat dirasakan secara lebih luas.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan yang berada di Semarang, Jawa Tengah, ke kawasan Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

"Karena di Semarang kondisinya juga sudah tidak memenuhi syarat," kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, KKP Lotharia Latif di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9), saat ground breaking proyek integrated fishing ports and international fish market phase PPN Kejawanan.

Menurut dia, Balai Besar Penangkapan Ikan yang berada di Semarang, Jawa Tengah, nantinya akan dipindahkan ke kawasan PPN Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Apalagi kata Latif, PPN Kejawanan, Kota Cirebon saat ini sedang dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan yang bertaraf internasional.

Selain itu, Balai Besar Penangkapan Ikan di Semarang juga dalam kondisi yang tidak ideal, mengingat kawasan tersebut sering terkena banjir pasang laut atau rob.

"Dalam pengembangan pelabuhan (Kejawanan), KKP juga memindahkan kantor Balai Besar Penangkapan Ikan yang sebelumnya di Semarang nanti akan ada di komplek ini," ujarnya.

Diketahui bahwa KKP saat ini sedang mengembangkan PPN Kejawanan, Kota Cirebon, dengan menggelontorkan anggaran kurang lebih Rp496 miliar.

PPN Kejawanan, Kota Cirebon yang sebelumnya hanya bisa menampung sebanyak 241 unit kapal kapasitasnya ditingkatkan menjadi 500 unit kapal.

Selain itu, produksi perikanan tangkap pun diproyeksikan naik, dari yang sebelumnya berkisar 5.600 ton menjadi 32 ribu ton per hari.

Pemindahan Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) ke kawasan PPN Kejawanan Cirebon diharapkan tidak sekadar menjadi perpindahan lokasi kelembagaan, tetapi juga memperkuat fungsi pelayanan dan pengembangan perikanan tangkap.

Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan serta kedekatan dengan aktivitas nelayan, langkah KKP tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sektor perikanan yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.