BMKG Ungkap Kapan Musim Hujan Tiba di Sumsel, Ternyata Bukan September, Simak Infonya
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 20:12 WIB | Oleh: AlfredPELEMBANG - Setelah dihantam kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wilayah Sumatera Selatan diprakirakan baru akan memasuki awal musim hujan pada November 2026. Kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah titik kritis mulai pertengahan September ini.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Kamis, mengatakan September menjadi salah satu periode terkering di Sumsel, terutama di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU).
Peluang hujan mulai muncul pada Oktober, namun intensitasnya masih relatif rendah. Potensi hujan pada periode tersebut terutama berada di wilayah utara hingga tengah Sumsel, seperti Banyuasin, Musi Banyuasin dan Musi Rawas. Sedangkan potensi hujan juga mulai muncul di wilayah selatan, termasuk OKI dan sebagian wilayah OKU.
Memasuki November 2026, Sumsel diprakirakan mulai memasuki musim hujan 2026/2027. Meski pada tahap awal intensitas hujan masih relatif rendah, kata dia, distribusi hujan diperkirakan mulai lebih merata di berbagai wilayah.
"Sampai bulan November memang curah hujan lebih kering dari biasanya, tetapi bulan November meskipun lebih kering sudah di atas 50 milimeter per tujuh hari," kata Wandayantolis.
Pihaknya juga memantau adanya potensi pertumbuhan awan hujan pada 18 dan 22 September 2026. Kondisi tersebut diharapkan dapat menghasilkan hujan di wilayah yang mengalami kekeringan serta membantu membasahi titik panas dan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun sebaran hujan tetap bergantung pada kondisi angin. Arah pergerakan angin dapat memengaruhi wilayah yang menerima pertumbuhan awan hujan.
"Secercah harapan ada potensi awan kuat. Mudah-mudahan awan tersebut bisa menghasilkan hujan, terutama di daerah yang ada hotspot dan fire spot," ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai kondisi cuaca kering hingga memasuki periode peralihan menuju musim hujan, terutama di wilayah yang masih mengalami kekeringan dan rawan karhutla.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!