AS Akui Punya Senjata di Orbit, Tiongkok dan Russia Peringatkan Ancaman Perang Antariksa
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 03:01 WIB | Oleh: Tim PenulisParis - Tiongkok pada Selasa (15/9) memperingatkan agar ruang angkasa tidak diubah menjadi "medan perang", sementara Russia menyerukan agar ruang angkasa tetap "bebas dari senjata" setelah Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa mereka telah menempatkan persenjataan di orbit Bumi.
Sejumlah analis mengatakan pengungkapan Washington tersebut sebenarnya mengonfirmasi sesuatu yang selama ini menjadi rahasia umum. Namun, waktu pengumuman itu dinilai berisiko memperburuk ketegangan dengan Beijing sekaligus meningkatkan ancaman perlombaan senjata di ruang angkasa.
Pengumuman tersebut menandai babak baru dalam persaingan negara-negara besar untuk mengembangkan kemampuan militer di ruang angkasa. Persaingan itu didorong oleh kemajuan teknologi yang pesat, tetapi belum diimbangi kerangka hukum yang komprehensif.
"Angkatan Antariksa AS memiliki senjata pengendali ruang angkasa di orbit yang mampu melindungi pasukan gabungan dari tindakan bermusuhan pihak lawan," kata juru bicara Angkatan Antariksa AS dalam sebuah pernyataan tanpa merinci jenis persenjataan yang dimaksud.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menentang langkah tersebut dan memperingatkan bahaya "persenjataan ruang angkasa, mengubahnya menjadi medan perang, serta perlombaan senjata di sana".
"Kami mendesak pihak AS untuk berhenti memperluas kemampuan militernya dan mempersiapkan perang di ruang angkasa," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers.
Russia pada Selasa juga menyerukan agar ruang angkasa tetap "bebas dari senjata apa pun".
"Kami mengandalkan konsolidasi internasional yang luas untuk terus bekerja menuju demiliterisasi ruang angkasa secara menyeluruh," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Apa kemampuan AS di ruang angkasa?
Pernyataan AS tidak memberikan rincian konkret mengenai jenis senjata yang telah ditempatkan di ruang angkasa maupun jumlahnya.
"Pengendalian ruang angkasa mencakup bidang-bidang misi yang diperlukan untuk menghadapi dan mengendalikan domain ruang angkasa, dengan menggunakan sarana kinetik dan nonkinetik untuk memengaruhi kemampuan pihak lawan," demikian pernyataan tersebut.
Pernyataan itu menambahkan bahwa kemampuan tersebut dapat digunakan untuk tujuan ofensif maupun defensif.
Sarana nonkinetik dapat mencakup penggunaan laser untuk membutakan satelit, atau bahkan gangguan elektromagnetik maupun siber terhadap jalur komunikasi data satelit.
Mengapa AS ingin memiliki senjata di ruang angkasa?
Bagi Washington, Tiongkok dan Russia sebagai dua rival geopolitik utamanya berpotensi mengancam kepentingan AS di ruang angkasa.
Menurut Angkatan Antariksa AS, Tiongkok "mengembangkan dan mengoperasikan kemampuan ruang angkasa dan antiruang angkasa sebagai bagian dari strategi modernisasi militernya".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!