Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Natuna Genjot Normalisasi Sungai, Kurangi Risiko Banjir Saat Musim Hujan.

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 13:16 WIB | Oleh:
Pemkab Natuna Genjot Normalisasi Sungai, Kurangi Risiko Banjir Saat Musim Hujan. Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Natuna Cen Sui Lan (kerudung putih) saat meninjau aliran sungai di Sebadai Ulu Natuna, pada Rabu (17/6).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan normalisasi sungai sebagai upaya meminimalkan potensi banjir saat musim hujan.

Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Rabu, mengatakan normalisasi telah selesai dikerjakan di empat titik pada 2026, yakni Sungai Sebadai Ulu dan Limau Manis di Kecamatan Bunguran Timur Laut serta Sungai Sihotang dan Batu Hitam di Kecamatan Bunguran Timur.

"Ada empat titik, meliputi Sebadai Ulu dan Limau Manis yang sudah selesai dikerjakan, kemudian ada juga di Sihotang dan Batu Hitam," katanya.

Ia menjelaskan normalisasi sungai dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) atas usulan Pemkab Natuna. Langkah tersebut diambil karena sejumlah aliran sungai tidak lagi mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi sehingga menyebabkan luapan yang menggenangi permukiman warga dan ruas jalan.

Berdasarkan data Pemkab Natuna, normalisasi di Sungai Sebadai Ulu dan Limau Manis dilakukan menggunakan alat berat dengan kedalaman pengerukan sekitar 1,5 meter dan lebar alur sungai mencapai empat meter. Sementara dua titik lainnya dikerjakan dengan tenaga manusia.

Total panjang aliran sungai yang dinormalisasi di kedua lokasi tersebut mencapai sekitar delapan kilometer, terdiri atas dua kilometer di Limau Manis dan enam kilometer di Sebadai Ulu.

20260617131641_1000828637.jpg

Menurut Cen, manfaat normalisasi sungai mulai dirasakan masyarakat karena aliran air kini lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

"Ini dikerjakan oleh BWSS atas permintaan kami karena sungai-sungai ini perlu dilakukan pelebaran. Sekarang air mengalir lebih lancar. Tinggal bagaimana desa melakukan perawatan, misalnya dengan membersihkan sampah dan tumbuhan yang menghambat aliran sungai," ujarnya saat meninjau aliran Sungai Sebadai Ulu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.