Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

BMKG Prediksikan El Nino Bertahan hingga Kuartal I 2027, Dampaknya Kemarau Lebih Kering

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 15:43 WIB | Oleh:
BMKG Prediksikan El Nino Bertahan hingga Kuartal I 2027, Dampaknya Kemarau Lebih Kering Doc: antara foto
Ket. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/7).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan fenomena El Nino akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027 dengan peluang puncak intensitas mencapai kategori kuat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani ditemui dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/7), menyampaikan fenomena tersebut berpotensi dibarengi dengan munculnya kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026.

"Informasi iklim ini sejalan dengan prediksi BMKG, dimana fenomena El Nino diproyeksikan bertahan hingga awal 2027 dan memicu kondisi kemarau yang lebih kering dari normal," kata dia.

Dia menjelaskan hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5 persen wilayah daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau, termasuk sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Direktorat Klimatologi BMKG dalam hal ini melaporkan puncak musim kemarau 2026 diprakirakan dominan terjadi pada bulan Agustus dan September, dengan 437 ZOM bakal mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi biasanya.

"Ancaman kekeringan ekstrem ini berimplikasi langsung pada tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dimana BMKG mencatat telah muncul 4.900 titik panas hingga akhir Juli 2026," kata Teuku Faisal Fathani.

Sebagai langkah mitigasi proaktif, lanjutnya, selain memberikan analisa faktual, BMKG juga memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah rawan bencana karhutla dan kekeringan, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, hingga posko pendukung yang dipusatkan di Jawa Barat.

BMKG, menurut dia, menaruh harapan besar terhadap sinergi lintas instansi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), agar dapat mengoptimalkan modifikasi cuaca serta pemadaman darat sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Seluruh Penumpang KMP Batum...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.