Tim SAR Jepang Intensifkan Pencarian Korban Gempa
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim PenulisKUMAMOTO - Tim penyelamat pada Rabu (29/7) masih terus mencari korban selamat yang terjebak di bawah reruntuhan pusat perbelanjaan di Kota Kashima di Prefektur Kumamoto, Jepang, yang runtuh akibat guncangan gempa dahsyat pada hari sebelumnya.
Upaya penyelamatan menjadi sulit karena tak lama setelah gempa bumi terjadi ledakan di pusat perbelanjaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kebocoran gas.
Tim penyelamat berjuang menembus reruntuhan pusat perbelanjaan Jepang yang luluh lantak pada Rabu untuk mencari korban selamat yang terjebak setelah gempa besar menewaskan sedikitnya 13 orang.
Sebuah ledakan dahsyat terjadi di pusat perbelanjaan itu sekitar 50 menit setelah gempa dengan kekuatan 7,1 skala Richter mengguncang wilayah Kumamoto bagian barat daya, tempat pada tahun 2016 terjadi dua gempa kembar yang menewaskan hampir 300 orang.
Gempa dahsyat di Pulau Kyushu itu menyebabkan kerusakan meluas, meratakan rumah-rumah, memicu kebakaran, dan membuat puluhan ribu penduduk kehilangan aliran listrik dan air.
Akio Yoshida, presiden operator mal Aeon, mengatakan tiga orang tewas di pusat perbelanjaan yang dikelolanya di Kota Kashima, dengan kemungkinan ada satu korban jiwa lagi dan tiga orang lainnya masih belum ditemukan.
“Penyebab (ledakan) masih diselidiki, tetapi kemungkinan besar itu disebabkan oleh kebocoran gas,” kata Keiji Ohno, seorang eksekutif Aeon lainnya, dalam konferensi pers di mana ia membungkuk sebagai tanda permintaan maaf bersama staf lainnya.
Lima orang juga dipastikan tewas dan empat lainnya masih hilang di pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro, setelah cerobong asap di pabrik itu runtuh, kata seorang pejabat pemerintah kepada AFP.
“Kerusakan yang luas telah dikonfirmasi, termasuk korban jiwa, bangunan yang runtuh, kebakaran, dan kerusakan jalan,” kata Perdana Menteri Sanae Takaichi di Tokyo saat mengumumkan 13 korban jiwa, seraya menekankan perlunya pemerintah berpacu dengan waktu untuk membantu mereka yang terkena dampak.
Juru bicara pemerintah, Minoru Kihara, mengatakan bahwa hingga Rabu pagi, lebih dari 9.000 orang telah mencari perlindungan di 506 tempat penampungan di tiga wilayah Pulau Kyushu.
“Sekitar 130 polisi, 450 petugas pemadam kebakaran, dan 170 personel militer terlibat dalam operasi penyelamatan di Aeon Mall Kumamoto,” kata dia.
Rekaman dari dalam mal menunjukkan para petugas penyelamat dengan pakaian pelindung berwarna oranye dan helm putih menyusuri tumpukan baja yang bengkok, kabel yang menjuntai, dan potongan-potongan langit-langit.
Laporan awal menyebutkan bahwa sebanyak 20 hingga 30 orang terjebak di dalam mal tersebut.
Akibat gempa, sekitar 31.200 rumah tangga dan fasilitas masih tanpa aliran listrik pada Rabu pagi, sementara 84.000 rumah mengalami gangguan pasokan air, kata para pejabat. Sementara tayangan berita di televisi memperlihatkan orang-orang mengantre untuk mendapatkan bensin dan air minum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!