Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Pemerintah Intensifkan Modifikasi Cuaca

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 15:38 WIB | Oleh:
Cegah Karhutla dan Kekeringan, Pemerintah Intensifkan Modifikasi Cuaca Doc: antara foto
Ket. BNPB lakukan modifikasi cuaca di wilayah Jambi.

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah strategis untuk memitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto ditemui dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/7), mengatakan pelaksanaan OMC diprioritaskan pada wilayah yang membutuhkan pasokan curah hujan lebih tinggi untuk menjaga kelembapan lahan-lahan esensial khususnya mineral dan gambut dan mengisi cadangan air waduk.

"Operasi modifikasi cuaca saat ini sedang dilakukan untuk mitigasi karhutla di beberapa tempat, seperti di Pekanbaru yang baru mulai hari ini dan di Palangkaraya yang juga sedang berjalan," katanya.

Selain di Riau dan Kalimantan Tengah, lanjutnya, rangkaian operasi serupa sebelumnya telah diselesaikan di Provinsi Aceh serta Sumatera Selatan sebagai bagian dari skema penanganan darurat di lapangan.

Modifikasi cuaca yang diintervensi melalui penyemaian senyawa kimiawi berupa garam atau Natrium klorida (NaCl) ke awan potensial ini tidak ditujukan untuk menciptakan awan baru, melainkan mengoptimalkan potensi awan hujan yang ada agar mampu menghasilkan jutaan meter kubik air untuk memadamkan atau mencegah karhutla.

Adapun sepanjang pelaksanaan modifikasi tahun ini, BMKG mencatat telah merealisasikan sebanyak 17 proyek operasi untuk karhutla yang mencakup 169 hari operasi dan 290 sorti penerbangan di kawasan rawan.

Di samping penanganan karhutla, BMKG juga memfokuskan operasi modifikasi cuaca untuk pengisian danau dan waduk di wilayah tangkapan air, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, hingga Danau Poso di Sulawesi Tengah, guna menjaga ketersediaan air bersih masyarakat.

Menurut Seto, BMKG bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut juga telah mendistribusikan armada pesawat Casa 212 Skadron Udara 4 untuk menyemai awan, termasuk di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat, baru-baru ini.

"Pengerahan personel, pesawat, dan bahan semai di Bandung tersebut, dilakukan secara cepat usai diterbitkannya dukungan operasional dari Panglima TNI guna menjaga keandalan pasokan air di waduk-waduk strategis wilayah Jawa Barat," katanya.

Pihaknya memastikan BMKG siap memperkuat ekosistem modifikasi cuaca melalui sinergi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemerintah daerah, serta TNI-Polri, demi meminimalkan dampak kebencanaan sosial-ekonomi selama musim kemarau 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.