Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Natuna Terima Bantuan Bibit Kelapa Dalam dari Kementan pada 2026.

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 13:26 WIB | Oleh:
Petani Natuna Terima Bantuan Bibit Kelapa Dalam dari Kementan pada 2026. Doc: Antara Foto
Ket. Kelapa asal Kabupaten Natuna.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memastikan bibit kelapa dalam, asal daerah perbatasan tersebut memiliki kualitas unggul, dibuktikan dengan kepercayaan Kementerian Pertanian yang menjadikan bibit tersebut sebagai bantuan.

Kepala Bidang Perkebunan DKPP Natuna Yuneva di Natuna, Rabu, mengatakan petani Natuna pada 2026 mendapatkan bantuan bibit kelapa dalam, dari Kementerian Pertanian.

Total bibit yang diberikan sebanyak 38.500, untuk di tanam pada lahan seluas 350 hektare. Bibit tersebut kata dia berasal dari Natuna dan telah diuji oleh tim Provinsi Kepulauan Riau.

Bantuan tersebut diterima petani setelah melalui proses pengusulan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelompok tani, Pemerintah Kabupaten Natuna, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, hingga diteruskan kepada Kementerian Pertanian.

"Bibit tersebut sudah melalui proses sertifikasi. Tim terkait juga telah dua kali turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan," ucapnya.

Bibit bantuan berasal dari kelapa di beberapa wilayah di Natuna, yang dibudidayakan oleh pihak ketiga di Kecamatan Bunguran Selatan. Penyerahan bibit dijadwalkan kepada petani pada November 2026.

Sebelum penyaluran, tim dari Kementerian Pertanian akan memberikan sosialisasi kepada petani terkait tata cara penanaman dan perawatan agar tanaman kelapa dalam dapat tumbuh secara optimal. Sosialisasi diperkirakan akan dilaksanakan sebelum bulan November.

Ia menerangkan, kelapa dalam merupakan komoditas perkebunan yang membutuhkan waktu cukup panjang untuk memasuki masa panen pertama, yakni sekitar 10 tahun.

"DKPP Natuna bertugas sebagai pendamping para petani dalam pengembangan komoditas kelapa dalam, sementara hal lainnya dari Kementan dan provinsi," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Keren, Pelita Air Raih Top ...
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.