Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terdampak Kekeringan, Lahan Puso di Tulungagung Capai Belasan Hektare

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 15:50 WIB | Oleh:
Terdampak Kekeringan, Lahan Puso di Tulungagung Capai Belasan Hektare Doc: Destyan Sujarwoko
Ket. Petani menggarap lahan sawah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Dinas Pertanian Tulungagung mencatat 11 hektare tanaman padi terdampak kekeringan selama musim kemarau, namun seluruh lahan masih dapat ditangani sehingga belum terjadi gagal panen.

TULUNGAGUNG -- Dinas Pertanian Tulungagung, Jawa Timur mencatat 11 hektare tanaman padi terdampak kekeringan selama musim kemarau, namun seluruh lahan masih dapat diselamatkan sehingga belum terjadi gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto, Rabu, mengatakan, kekeringan mulai dilaporkan terjadi pada lahan pertanian padi sejak Juni 2026 di Kecamatan Pakel.

"Laporan pertama kami terima pada Juni dengan luas terdampak sekitar tujuh hektare di Kecamatan Pakel," katanya.

Ia menjelaskan lahan terdampak berada di Desa Ngebong seluas dua hektare dan Desa Suwaluh seluas lima hektare.

Memasuki awal Juli, kekeringan juga terjadi di Kecamatan Campurdarat, tepatnya di Desa Pelem dan Desa Wates dengan total luas terdampak empat hektare.

"Total lahan tanaman padi yang terdampak kekeringan hingga saat ini mencapai 11 hektare," ujarnya.

Menurut Suyanto, dampak kekeringan di Kecamatan Pakel telah diatasi melalui bantuan pompanisasi sehingga tanaman padi dapat dipertahankan.

Sementara itu, penanganan di Kecamatan Campurdarat masih berlangsung untuk mencegah kerusakan tanaman semakin meluas.

Ia memastikan hingga kini tidak ada laporan tanaman padi mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan.

Dispertan juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau, terutama di kawasan perbukitan seperti Kecamatan Tanggunggunung, Pucanglaban, Sendang, dan Pagerwojo.

Di wilayah tersebut, petani umumnya mulai mengurangi penanaman padi dan beralih ke tanaman jagung sebagai langkah antisipasi keterbatasan air selama musim kemarau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.