Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Bandung Bangun Ekosistem Literasi Modern

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 15:39 WIB | Oleh:
Kota Bandung Bangun Ekosistem Literasi Modern Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut ditandai dengan meluncurkan Program MACA (Membaca Cerdas) pada pembukaan Festival Literasi Kota Bandung 2026 yang mengusung tema Membaca Bandung, Menulis Masa Depan.

Festival yang berlangsung pada 29–31 Juli 2026 di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Jalan Seram Nomor 2, menjadi ajang kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas literasi, pelajar hingga sektor swasta dalam membangun ekosistem literasi yang lebih inklusif dan mudah diakses.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan tantangan literasi saat ini bukan lagi memaksa masyarakat membaca buku, melainkan menumbuhkan rasa ingin tahu yang kemudian diarahkan pada sumber informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Literasi bukan sekadar membaca buku tebal. Literasi adalah rasa ingin tahu yang dieksplorasi melalui berbagai media. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mampu menemukan informasi yang tepat dan memanfaatkannya,” kata Wali Kota Farhan.

Menurut dia, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu, perpustakaan harus hadir sebagai gerbang akses informasi yang mudah dijangkau oleh seluruh warga.

Melalui Program MACA, masyarakat cukup memindai QR Code untuk memperoleh rekomendasi buku digital dan referensi bacaan tanpa harus membeli buku. Platform tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan perpustakaan berbasis digital yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun.

Wali Kota Farhan juga mengaitkan pentingnya literasi dengan penguatan karakter masyarakat serta budaya gotong royong.

Ia menilai, konsep “Warga Jaga Warga” tetap relevan di tengah perkembangan zaman karena merupakan implementasi nilai gotong royong yang menjadi inti Pancasila. Menurut dia, masyarakat hanya dapat saling menjaga apabila memiliki pengetahuan dan kesadaran yang dibangun melalui literasi.

“Literasi menjadi kunci agar masyarakat memahami bagaimana melindungi kelompok rentan seperti anak, perempuan, penyandang disabilitas hingga lansia. Pengetahuan itu akan memperkuat budaya saling menjaga di lingkungan,” ujar dia.

Wali Kota Farhan juga mendorong agar gerakan literasi terintegrasi dengan berbagai program pemerintah, termasuk pemberantasan buta huruf Al-Qur’an yang tidak hanya mengajarkan membaca tetapi juga memahami terjemahan dan tafsir sehingga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu masyarakat.

Ia mengutarakan, peningkatan kualitas literasi menjadi kebutuhan mendesak karena tingkat pendidikan masyarakat Kota Bandung terus meningkat. Saat ini, sekitar 10 persen lulusan SMA di Kota Bandung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi jauh di atas rata-rata nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kaniasari, menjelaskan Festival Literasi 2026 menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat budaya baca di Kota Bandung.

Selain meluncurkan Program MACA, pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik Kota Bandung Tahun 2026. Perpustakaan Gemilang dari Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, bahkan berhasil masuk delapan besar tingkat Provinsi Jawa Barat.

Dewi menjelaskan, platform MACA merupakan hasil kolaborasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung bersama PT Aksara Maya dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung. Platform tersebut menyediakan layanan perpustakaan digital berbasis aplikasi Android dan web dengan koleksi awal sebanyak 357 judul dan 1.800 eksemplar buku digital dari berbagai penerbit nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.