Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Minta Pengelola PLTA Atur Penggunaan Air untuk Antisipasi Dampak El Nino

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Minta Pengelola PLTA Atur Penggunaan Air untuk Antisipasi Dampak El Nino Doc: Antara
Ket. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan.

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di seluruh Indonesia untuk merencanakan penggunaan air secara terukur, guna mengantisipasi lonjakan beban listrik selama fenomena El Nino.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/7), menyampaikan lonjakan konsumsi energi nasional kerap terjadi bersamaan dengan penurunan cadangan air waduk saat cuaca panas hingga kekeringan melanda.

"Informasi mengenai curah hujan sangat penting untuk menentukan rencana penggunaan air di PLTA-PLTA. Biasanya cuaca panas itu memicu lonjakan konsumsi energi, sehingga informasi iklim ini sangat digunakan untuk menentukan langkah-langkah antisipasinya," kata Ardhasena.

Ardhasena menjelaskan peningkatan suhu udara yang signifikan selama kemarau bakal mendorong kenaikan beban puncak listrik akibat masifnya penggunaan alat pendingin ruangan oleh masyarakat.

Lalu pada saat yang bersamaan, kapasitas produksi energi bersih dari fasilitas PLTA terancam terganggu apabila debit air waduk dan danau surut tanpa perencanaan penghematan yang matang.

Oleh karena itu BMKG mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN, dan pengelola bendungan, untuk menggunakan pemutakhiran data iklim sebagai acuan dalam mengatur pola pemutaran turbin air.

"Manajemen alokasi air yang presisi dinilai menjadi kunci utama agar suplai listrik dari PLTA tetap stabil hingga melewati periode puncak kemarau," katanya. 

Ia menilai melalui langkah antisipasi dan efisiensi air operasional sejak dini, keandalan pasokan listrik nasional dipastikan tetap terjaga meski berada di tengah tekanan gelombang panas El Nino.

Direktorat Klimatologi BMKG melaporkan fenomena El Nino diperkirakan akan terus bertahan, yang berdasarkan karakteristiknya indeks El Nino diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

Dalam perjalanannya prediksi terbaru BMKG juga menunjukkan terdapat peluang signifikan El Nino tahun ini berkembang melampaui kategori kuat sehingga potensi dampaknya terhadap kondisi iklim di Indonesia perlu terus diantisipasi.

Kondisi tersebut dijelaskan sebagaimana pemantauan iklim pada dasarian terakhir Juli 2026 yang menunjukkan musim kemarau semakin menguat.

Pada periode ini BMKG mencatat 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sebaliknya, wilayah yang masih berada pada musim hujan tinggal 77 Zona Musim.

Secara spasial, musim kemarau kini telah mendominasi wilayah selatan khatulistiwa meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan Timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua. Masing-masing berada pada kategori Merah (lebih dari 60 Hari Tanpa Hujan/HTH), Merah muda (31-60 HTH), dan Cokelat tua (21-30 HTH).

"Kondisi tersebut sesuai pola klimatologis Indonesia, dimana musim kemarau umumnya bermula dari Nusa Tenggara Timur, kemudian bergerak secara bertahap ke arah barat," kata Ardhasena.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Dibayangi Tekanan Eksternal...

Kebakaran di Kebayoran Lama, 150 Jiwa Terdampak

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Kebakaran di Kebayoran Lama...
Megapolitan
BMKG Bawa Kabar Baik untuk ...
Megapolitan
18 Rumah Terbakar di Kebayo...
Olahraga
10 Petenis Top Dunia Menuju...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.