Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi El Nino dan Kemarau, DPR Dorong BNPB Koordinasikan Pendataan Ancaman Bencana

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi El Nino dan Kemarau, DPR Dorong BNPB Koordinasikan Pendataan Ancaman Bencana Doc: Antara
Ket. Personel BPBD Kalbar menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di kawasan Bumi Serdam Indah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (29/7/2026)

JAKARTA - DPR RI menekankan pentingnya sistem yang efektif dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau yang tahun ini terjadi beriringan. 

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman mendorong Pemerintah untuk menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengorkestrasi pengumpulan data ancaman bencana akibat fenomena El Nino dan kemarau.

Data yang akurat, akan memudahkan penyusunan rencana antisipasi secara lebih komprehensif. Juga akan memudahkan DPR melakukan pengawasan dan evaluasi,” kata Alex Indra Lukman dalam keterangan pers yang disiarkan media resmi DPR RI, Rabu (29/7).

Dorongan ini disampaikan Alex dalam merespons langkah antisipatif Presiden Prabowo Subianto yang telah menginstruksikan jajarannya untuk merancang langkah menghadapi musim kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino pada rapat terbatas, Selasa lalu.

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Fenomena ini kemudian memicu penurunan curah hujan, udara yang lebih kering dan kemarau yang lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada bulan Juli hingga September 2026 di mana kemarau pada bulan Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia. 

Sementara, pada bulan Agustus, puncak kemarau terjadi di 369 ZOM (48,84 persen luas daratan) dan 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) di bulan September.

BMKG telah memproyeksikan peluang terjadinya El Nino di Indonesia mencapai kategori sangat kuat hingga 75 persen dan diperkirakan bertahan hingga Oktober 2026.

Oleh karena itu, Alex menilai peran BNPB cukup signifikan sebagai lembaga penanganan darurat bencana. “Potensi masalah yang akan dihadapi di setiap daerah, akan berbeda satu sama lain sesuai karakteristiknya masing-masing. Karenanya, kemampuan BNPB mengorkestrasi pengumpulan data, akan menghasilkan langkah antisipasi secara lebih akurat, terukur dan tepat sasaran,” tuturnya.

Alex kemudian mencontohkan Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang selama ini jadi langganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Nyaris setiap tahun, Karhutla jadi peristiwa berulang di 7 provinsi itu. Kementrian Kehutanan sebagai leading sector, tak boleh membiarkan kejadian ini seperti kita merayakan ulang tahun," sebut Alex. 

"Kementerian Kehutanan, harus mampu merancang langkah antisipatif sehingga duka di tahun kemarin, kehilangan nyawa personel Manggala Agni termasuk TNI dan Polri yang menunaikan tugas negara memadamkan Karhutla, tidak berulang lagi” tambah Ketua Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR itu.

Alex lantas menyoroti mengenai minimnya perangkat perlindungan diri petugas yang diterjunkan memadamkan Karhulta. Padahal lokasi Karhutla sering berada di tengah rimba belantara. Belum lagi berbagai tantangan lain yang harus dihadapi petugas.

"Sepantasnya, kita merencang rencana lebih komprehensif sehingga bisa menutup celah munculnya korban jiwa,” ungkap Alex.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Apple Luncurkan HomePod Mini Generasi Kedua

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Apple Luncurkan HomePod Min...
Advertisement
Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.