Operasi Intelejen Suriah Berhasil Menewaskan Gubernur ISIS
📅 Jumat, 26 Des 2025, 05:21 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
DAMASKUS - Pihak berwenang Suriah pada Kamis (25/12) mengatakan, pasukan keamanan telah melakukan operasi kedua terhadap pejuang ISIL (ISIS) di dekat Damaskus, menewaskan seorang tokoh senior yang digambarkan sebagai gubernur kelompok tersebut di Hauran.
Dari Al Jazeera, lewat sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa serangan itu menewaskan Mohammed Shahadeh, yang juga dikenal sebagai Abu Omar Shaddad, dan menyebutnya sebagai salah satu komandan senior ISIS di Suriah yang menjadi ancaman langsung terhadap keamanan lokal.
Para pejabat mengatakan operasi tersebut dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang terverifikasi dan pengawasan ekstensif, serta dilaksanakan oleh unit-unit khusus yang beroperasi di pedesaan Damaskus, yang melakukan serangan terarah di kota al-Buweida, dekat Qatana, barat daya ibu kota.
Operasi tersebut juga melibatkan Direktorat Jenderal Intelijen dan berlangsung dalam koordinasi dengan pasukan koalisi internasional, kata kementerian itu.
'Pukulan telak'
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengumuman itu disampaikan sehari setelah pasukan keamanan internal Suriah menangkap tokoh senior ISIS lainnya dalam operasi terpisah di dekat Damaskus, menurut kantor berita SANA milik pemerintah.
SANA melaporkan bahwa pasukan menangkap Taha al-Zoubi selama apa yang digambarkan sebagai "operasi keamanan yang terlaksana dengan ketat" di pedesaan Damaskus. Kantor berita itu mengatakan petugas menyita "sabuk bom bunuh diri dan senjata militer" selama penangkapan tersebut.
Brigadir Jenderal Ahmad al-Dalati, kepala keamanan internal di pedesaan Damaskus, mengatakan kepada SANA bahwa penggerebekan tersebut menargetkan tempat persembunyian ISIL di Maadamiya, barat daya ibu kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
ISIL, yang menganggap pemerintah saat ini di Damaskus tidak sah, sebagian besar memfokuskan operasi yang tersisa pada pasukan yang dipimpin Kurdi di Suriah utara.
Pada puncak kekuasaannya, kelompok bersenjata itu menguasai wilayah luas di Irak dan Suriah, dan menjadikan Raqqa sebagai ibu kotanya.
Meskipun ISIL mengalami kekalahan militer di Irak pada tahun 2017 dan di Suriah dua tahun kemudian, sel-selnya terus melakukan serangan di kawasan tersebut dan sekitarnya, termasuk di beberapa bagian Afrika dan Afghanistan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!