WFP Peringatkan El Nino Ancam Krisis Pangan
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiNairobi – Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) memperingatkan fenomena El Nino 2026-2027 berpotensi memperburuk krisis pangan global. WFP memperkirakan hampir 49 juta orang tambahan dapat mengalami kerawanan pangan akut hingga akhir 2027, sementara lebih dari 18 juta orang di Afrika Timur dan Selatan menghadapi risiko penurunan ketahanan pangan dalam beberapa bulan mendatang.
Dikutip dari Antara, WFP menyebut kawasan Afrika Timur dan Selatan menjadi wilayah yang paling rentan karena musim hujan mendatang merupakan periode penting bagi produksi pangan. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya ketergantungan masyarakat terhadap pertanian tadah hujan, khususnya di negara-negara Afrika bagian selatan.
"WFP memperkirakan bahwa negara-negara yang telah bergulat dengan kemiskinan, konflik, ketidakstabilan ekonomi, dan cuaca ekstrem yang berulang kemungkinan akan menanggung dampak terberat dari El Nino, dan dampaknya tidak akan dirasakan secara merata," tulis WFP.
Menurut badan PBB tersebut, sejumlah negara telah mengalami curah hujan di bawah normal, banjir bandang, serta suhu yang jauh lebih tinggi dari rata-rata. Negara lain diperkirakan menghadapi kondisi yang semakin memburuk selama musim tanam hingga masa panen berikutnya.
WFP mengingatkan dampak El Nino kali ini berpotensi lebih besar dibandingkan peristiwa sebelumnya. Pada El Nino 2015-2016, sekitar 60 juta hingga 100 juta orang terdampak terhadap ketahanan pangan. Namun, analisis awal menunjukkan El Nino 2026-2027 dapat menyebabkan tambahan sedikitnya 49 juta orang mengalami kerawanan pangan akut pada akhir 2027.
Fenomena tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada September hingga Desember 2026, tetapi dampaknya terhadap produksi pangan dan siklus panen diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan.
WFP menjelaskan analisis dilakukan terhadap 45 negara yang telah menghadapi ketidakstabilan pangan, dengan mempertimbangkan perubahan curah hujan, kenaikan suhu, serta potensi kekeringan dan banjir akibat El Nino.
Lembaga tersebut juga memperingatkan bahwa suhu permukaan laut yang telah mencapai rekor tertinggi meningkatkan peluang terjadinya El Nino yang sangat kuat, bahkan berpotensi menjadi salah satu yang paling ekstrem sejak pencatatan modern dimulai pada 1950.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!