Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Butuh Proteksi dan Kepastian Usaha

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 03:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
UMKM Butuh Proteksi dan Kepastian Usaha Doc: antara
Ket. Fajry Akbar Kepala Riset CITA - Kalau Anda gunakan data ILO, rata- rata penghasilan pekerja di Indonesia menjadi yang paling rendah di Asean. Wajar kalau tax ratio menjadi salah satu yang paling rendah se-Asean.

Jakarta – Penguatan ekosistem perlindungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi agenda strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Namun, di saat pemerintah mendorong perluasan perlindungan melalui sektor asuransi, pelaku UMKM juga dihadapkan pada kekhawatiran terhadap meningkatnya pengawasan perpajakan yang dinilai berpotensi menambah beban usaha.

Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana mengatakan ekosistem proteksi yang inklusif harus menjadi fondasi agar UMKM mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai risiko usaha.

"Ekosistem proteksi yang inklusif bagi UMKM dan ekonomi digital bukan sekadar jargon dalam industri. Ini adalah agenda bangsa," kata Ridha, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Kamis (6/8).

Ridha menilai asuransi tidak lagi sekadar produk keuangan, melainkan bagian dari infrastruktur yang dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk berkembang.

"Melainkan sebagai infrastruktur yang menopang jutaan pelaku usaha kecil saat mereka mengambil langkah lebih berani, tumbuh lebih cepat, dan pada akhirnya mampu bersaing di panggung global," ujarnya.

Indonesia saat ini memiliki sekitar 66,2 juta UMKM yang menyumbang 61,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Di sisi lain, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar 99 miliar dollar AS pada 2025, dengan 39,3 juta merchant QRIS, sekitar 93 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Meski demikian, tingkat inklusi asuransi nasional baru mencapai 28,5 persen, menunjukkan sebagian besar pelaku usaha masih belum memiliki perlindungan terhadap berbagai risiko usaha.

Menurut Ridha, layanan perlindungan perlu hadir secara langsung dalam aktivitas bisnis sehari-hari, mulai dari pembayaran, pengiriman, pembiayaan hingga operasional platform digital.

"Proteksi perlu hadir di titik kebutuhan, di momen pembayaran, pengiriman, pembiayaan, dan operasional platform. Bukan menunggu pelaku usaha mencarinya secara terpisah," katanya.

Senada dengan itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai asuransi merupakan instrumen penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi ketidakpastian.

"Asuransi bukan hanya perkara polis, premi, dan klaim. Di dalamnya terdapat ikhtiar kolektif untuk saling menopang ketika risiko datang tanpa mengetuk pintu," ujar Sri Sultan.

Ia mendorong agar akses perlindungan diperluas kepada kelompok yang selama ini belum banyak tersentuh layanan keuangan, seperti pelaku UMKM, pekerja informal, petani, dan nelayan.

Namun di tengah dorongan memperkuat perlindungan bagi UMKM, kalangan ekonom mengingatkan pemerintah agar kebijakan fiskal juga berpihak pada keberlangsungan usaha kecil.

Daya Beli

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.