Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tentara UNIFIL Asal Prancis di Lebanon

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tentara UNIFIL Asal Prancis di Lebanon Doc: ANTARA
Ket. Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), 20 Oktober 2025.

JAKARTA - Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada Prancis atas gugurnya anggota pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL) dalam insiden yang terjadi pada 18 April 2026.

Dalam pernyataan resmi di platform X pada Minggu (19/4), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut serangan di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari itu sebagai hal yang tidak dapat diterima.

"Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional," sebut pernyataan itu.

Kemlu menegaskan negosiasi yang tengah berlangsung dan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya serta tidak dilanggar dengan tindakan kekerasan.

Langkah tersebut dinilai berisiko memperburuk eskalasi dan membahayakan keselamatan personel di lapangan.

"Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya terhadap serangan berulang terhadap UNIFIL. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran; aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang," kata Kemlu.

Indonesia juga menyampaikan solidaritas kepada Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya.

Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat perlindungan bagi personel penjaga perdamaian PBB, sebagaimana tercermin dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB pada 9 April 2026.

Pada Sabtu (18/4), Anadolu melaporkan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan seorang tentara Prancis gugur dan tiga lainnya terluka dalam serangan di Lebanon selatan yang menargetkan UNIFIL.

Macron mengatakan Prancis menuntut otoritas Lebanon segera menangkap pihak yang bertanggung jawab dan bekerja sama dengan UNIFIL.

Sementara itu, Indonesia telah kehilangan tiga personel UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon selatan.

Selain itu, delapan prajurit TNI juga tercatat terluka saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian PBB.

Indonesia juga telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL, menurut Kemlu RI pada 4 April 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.