Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Monyet Liar di Tembilahan Berhasil Ditangkap, 18 Orang Jadi Korban

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Monyet Liar di Tembilahan Berhasil Ditangkap, 18 Orang Jadi Korban Doc: Pemprov Riau
Ket. Monyet liar yang telah mebuat resah warga Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

JAKARTA - Seekor monyet liar ditangkap setelah menyerang 18 orang secara acak selama dua minggu di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kejadian tersebut menyebabkan sejumlah sekolah tutup karena takut.

Seekor monyet ekor panjang dewasa, melukai 18 warga Kota Tembilahan, menggigit dan mencakar korbannya -- sebagian besar di antaranya menjadi sasaran saat mereka sendirian.

Korban luka termasuk anak-anak dan orang lanjut usia.

"Hingga hari ini, terdapat 19 serangan, dengan 18 korban. Satu korban diserang dua kali," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Indragiri Hilir, Junaidy Ismail, Jumat (7/8).

Beberapa di antaranya membutuhkan jahitan dan suntikan rabies.

Monyet itu tertangkap pada Kamis malam setelah dipasang perangkap di kota, dan pihak Damkar merilis video pada hari Jumat yang menunjukkan monyet itu masih hidup, tampak stres, di dalam kandang.

Camat Tembilahan Ari Syuria meminta warga untuk tetap waspada karena monyet tersebut bagian dari sekelompok monyet.

"Yang kami khawatirkan adalah mungkin ada monyet lain yang menyerang orang," kata Ari dalam sebuah unggahan Instagram.

Empat puluh sekolah di Tembilahan masih ditutup pada hari Jumat, ratusan siswa mengikuti pembelajaran daring selama tiga hari.

Pemerintah daerah menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pintu akan dibuka kembali Senin depan jika situasinya dianggap aman.

Monyet tersebut telah dipindahkan ke Pekanbaru, ibu kota provinsi Riau, tempat badan konservasi alam akan melakukan tes darah dan observasi.

"Kami ingin memastikan apakah monyet itu membawa penyakit," kata Ujang Holisudin, Plh Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Konflik antara manusia dan hewan sering terjadi, terutama di daerah-daerah di mana hutan ditebangi untuk membuka lahan perkebunan sawit sehingga mengurangi habitat hewan-hewan liar seperti monyet, gajah, dan harimau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival

Kepri Siaga Penuh Antisipasi Kecelakaan Laut

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kepri Siaga Penuh Antisipas...
Daerah
Kesenian Islam Ditampilkan ...
Daerah
Banyumas Ditargetkan Jadi P...
Nasional
Sebanyak 67 Investor Swasta...
Luar Negeri
Indonesia-Jepang Kerja Sama...
Event Jakarta Akhir Pekan 8-9 Agustus 2026: Dari The Sounds Project Hingga Pameran

Event Jakarta Akhir Pekan 8-9 Agustus 2026: Dari The Sounds Project Hingga Pameran

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.