Pengacara Kondang Surabaya Penggagas 'No Viral No Justice' M. Sholeh Tutup Usia
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 10:09 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSURABAYA - Advokat senior asal Surabaya, Muhammad Sholeh, S.H., yang akrab disapa Cak Sholeh, meninggal dunia pada Jumat (7/8) dini hari,. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, hingga masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai pengacara yang vokal memperjuangkan hak-hak warga kecil.
Kabar wafatnya Cak Sholeh pertama kali tersebar melalui unggahan keluarga serta komunitas No Viral No Justice, gerakan yang ia dirikan untuk membantu masyarakat mencari keadilan melalui pendampingan hukum dan penyebarluasan kasus-kasus yang dinilai kurang mendapat perhatian. Dalam unggahan tersebut, keluarga memohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Berdasarkan informasi yang beredar, Cak Sholeh mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 WIB di Surabaya setelah berjuang melawan penyakit autoimun yang dideritanya selama beberapa tahun. Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka di kawasan Lebak Rejo, Surabaya, sebelum direncanakan dimakamkan di Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen, Pasuruan. Selain berprofesi sebagai advokat, almarhum juga diketahui menjabat sebagai wakil pengasuh di pondok pesantren tersebut.
Semasa hidup, Cak Sholeh dikenal luas sebagai sosok yang konsisten membela masyarakat kecil. Namanya kerap muncul dalam berbagai perkara yang menyita perhatian publik, mulai dari dugaan malapraktik, sengketa pelayanan publik, hingga beragam kasus pidana dan perdata. Pendekatannya yang lugas dan keberaniannya mengkritisi penegakan hukum membuatnya dikenal luas, terutama melalui slogan "No Viral No Justice", yang menjadi simbol perjuangannya mengawal kasus-kasus masyarakat agar mendapat perhatian aparat penegak hukum.
Kepergian Cak Sholeh memicu gelombang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Rekan sesama advokat, aktivis, klien, hingga masyarakat yang pernah didampinginya mengenang almarhum sebagai pribadi yang berani, kritis, dan tak ragu berdiri di barisan terdepan membela mereka yang membutuhkan bantuan hukum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!