Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tokyo Ingin Tingkatkan Kekuatan Militer

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tokyo Ingin Tingkatkan Kekuatan Militer Doc: AFP/KAZUHIRO NOGI
Ket. Seorang anggota Pasukan Bela Diri Jepang sedang memeriksa truk peluncur misil darat-ke-udara SSM-1 yang ada di Pangkalan Kita-Eniwa di Prefektur Hokkaido beberapa waktu lalu. Pada Selasa (4/8) Menhan Jepang menyatakan bahwa negaranya perlu untuk meningkatkan kekuatan militernya.

TOKYO — Jepang merasa perlu untuk meningkatkan kekuatan militernya karena urgensi dan krisis. Hal itu diungkapkan oleh menteri pertahanan Jepang pada Selasa (4/8), seiring dengan penilaian pemerintah terbaru yang kembali menyoroti meningkatnya risiko dari Tiongkok, Korea Utara (Korut), dan Russia.

Jepang sebelumnya telah meningkatkan anggaran militer dan kerja sama keamanan di Asia, mengerahkan peluncur misil ke pulau-pulau terpencil, berupaya meraih kemampuan serangan balasan serta melonggarkan aturan ekspor senjata.

Namun Menhan Shinjiro Koizumi mengatakan dalam kata pengantar buku putih pertahanan tahunan bahwa sangat penting bagi Jepang untuk lebih memperkuat dan mentransformasikan kemampuan pertahanannya dengan rasa urgensi dan krisis yang lebih kuat daripada sebelumnya.

“Di kawasan Asia-Pasifik, tidak hanya Tiongkok dan Korut yang semakin memperkuat kemampuan militer mereka, tetapi Tiongkok-Russia dan Russia-Korut juga memperkuat kerja sama mereka," ucap Menhan Koizumi.

Buku putih terbaru itu menyatakan bahwa Tiongkok telah mengintensifkan aktivitasnya di wilayah sekitar Jepang, meluas melampaui apa yang disebut “rantai pulau pertama hingga rantai pulau kedua”.

Laporan tersebut mencantumkan serangkaian insiden pada tahun 2025, termasuk aktivitas kapal induk Tiongkok dan pendekatan jarak dekat yang tidak biasa oleh pesawat Tiongkok terhadap pesawat Jepang dalam dua insiden pada Juni dan Juli.

Jet-jet Jepang melakukan penerbangan sebanyak 595 kali dalam setahun hingga 31 Maret 2026, termasuk 366 sorti melawan pesawat Tiongkok dan 214 sorti melawan pesawat Russia.

Angka ini dibandingkan dengan 704 pada tahun sebelumnya dan merupakan jumlah terendah setidaknya sejak tahun 2021.

Cabut Larangan

Pada April lalu, Jepang memutuskan untuk mencabut larangan ekspor senjata yang diberlakukan sendiri, tetapi buku putih tersebut juga menyoroti masalah dalam basis produksi negara itu yang dapat membahayakan pengadaan dan inovasi.

Menhan Koizumi juga mengatakan bahwa ia dan mitranya dari Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, telah bertukar pandangan secara jujur mengenai aliansi AS-Jepang yang tak tergoyahkan, sekaligus meningkatkan kerja sama keamanan dengan Filipina, Australia, dan Korea Selatan (Korsel) untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

"Seiring dengan semakin memburuknya lingkungan keamanan dengan cepat, yang dibutuhkan sekarang adalah memperkuat ketahanan terhadap krisis di seluruh wilayah Indo-Pasifik," kata Koizumi. "Untuk melakukan hal tersebut, Jepang akan membangun dan memperluas jaringan berlapis di antara sekutu dan negara-negara yang sepaham, serta meningkatkan konektivitas dengan negara-negara yang sepaham dan negara-negara lain di setiap bidang," tegas dia.

Terkait hal ini, Tiongkok telah menyatakan kekhawatiran atas apa yang dilihatnya sebagai kembalinya militerisme baru oleh Jepang, dengan hubungan kedua negara saat ini sedang memburuk sejak komentar tentang Taiwan tahun lalu dari perdana menteri baru yang berpandangan keras, Sanae Takaichi. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.