Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Red Bands', Pasukan Khusus Suriah yang Sukses Usir Pasukan Russia dan Gulingkan Rezim Assad

📅 Senin, 08 Des 2025, 04:19 WIB | Oleh:
'Red Bands', Pasukan Khusus Suriah yang Sukses Usir Pasukan Russia dan Gulingkan Rezim Assad Doc: Istimewa
Ket. Hay'at Tahrir al-Sham merupakan unit dengan spesialisasi misi berisiko tinggi, termasuk infiltrasi mendalam dan skenario pertempuran perkotaan yang kompleks.

DAMASKUS -  Militer Suriah baru-baru ini memberikan kenang-kenangan kepada delegasi Russia yang mengunjungi pameran militer di Damaskus, berupa ikat kepala berwarna merah yang menjadi aksesori khas Hay'at Tahrir al-Sham (Komite Pembebasan Syam), unit elit yang berhasil mengalahkan pasukan Russia di Suriah.

Dari Militarnyi, sebagian besar operasi sabotase di Idlib terhadap pasukan Assad, Iran, dan Russia dilakukan oleh para pejuang yang mengenakan ban lengan merah ini. Karena ban lengan mereka yang khas, unit-unit ini dijuluki "Red Bands".

Hay'at Tahrir al-Sham merupakan unit denhan misi berisiko tinggi, termasuk operasi infiltrasi mendalam dan skenario pertempuran perkotaan yang kompleks.

Seperti yang disampaikan salah satu anggota unit kepada media , Red Bands adalah pasukan dengan pelatihan dan tugas khusus yang difokuskan pada operasi di belakang garis depan.

Tugas utamanya adalah operasi di belakang garis depan dalam segala bentuknya, termasuk operasi syahid (atau dikenal sebagai "istishhad") dan serangan bunuh diri. Bahkan dalam bertahan, pasukan ini tetap berada di suatu wilayah setelah diduduki untuk menimbulkan kerusakan maksimal pada musuh.

Kelompok ini pertama kali menarik perhatian publik pada tahun 2018 melalui video pelatihan yang memperlihatkan para pejuang mengenakan ban lengan merah khas mereka selama latihan militer. Sejak itu, sejumlah operasi ofensif yang dikaitkan dengan unit-unit ini telah didokumentasikan.

Mereka terutama dikenal karena prestasi mereka dalam pertempuran di Idlib melawan unit Russia-Suriah-Iran, serta serangan terhadap pangkalan Russia di Khmeimim di Suriah barat, yang mengakibatkan tewasnya lima prajurit Rusia.

Pada bulan November, militer Rusia tiba di provinsi Quneitra, Suriah, di perbatasan dengan Israel , dekat “zona penyangga”, dengan 15 peralatan militer.

Titik terakhir rute pasukan Rusia adalah desa Sayda al-Hanout di selatan Dataran Tinggi Golan Suriah, dekat zona penyangga.

Ini kemungkinan merupakan bagian dari perjanjian keamanan di Suriah selatan yang saat ini sedang dibahas.

Suriah tertarik agar polisi militer Rusia melanjutkan patroli di provinsi selatan Suriah, seperti yang dilakukan sebelum jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.