Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Tegaskan Stok Senjata AS Masih Melimpah

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Tegaskan Stok Senjata AS Masih Melimpah Doc: AFP/SAUL LOEB
Ket. Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di Konferensi Inovasi dan Pertahanan Pennsylvania, di US Army War College di Carlisle, Pennsylvania, baru-baru ini.

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan yang menyebut persediaan amunisi militer negaranya menipis. Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, Trump menegaskan AS masih memiliki stok senjata dalam jumlah besar dan mengancam akan memenjarakan pihak-pihak yang membocorkan informasi yang menurutnya menyesatkan.

Melalui platform Truth Social, Kamis (6/8), Trump menyebut pemberitaan mengenai kekurangan amunisi sebagai informasi yang tidak benar.

"Kami memiliki sejumlah besar amunisi, terutama jenis-jenis tertentu," tulis Trump, tanpa merinci jenis persenjataan yang dimaksud.

Dilansir dari AFP, Trump juga menegaskan industri pertahanan AS terus meningkatkan kapasitas produksi.

"Sejumlah besar senjata sedang diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan. Perusahaan pertahanan sedang membangun jumlah pabrik dan fasilitas produksi terbesar dalam sejarah negara kita," katanya.

Trump juga melontarkan ancaman kepada pihak yang diduga membocorkan informasi internal pemerintah.

"Para pembocor pernyataan pengkhianatan ini sedang diburu. Hukuman penjara jangka panjang akan diupayakan!" tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah The Washington Post melaporkan Trump meminta penjelasan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengenai dugaan kekurangan amunisi saat rapat kabinet di Camp David pekan lalu. Mengutip dua sumber anonim, surat kabar itu menyebut Trump mengira persoalan stok amunisi telah diselesaikan.

Laporan lain dari CNN juga menyebut persediaan rudal berpemandu jarak jauh dan sistem pertahanan udara Amerika mulai menipis. Bahkan, militer AS disebut telah menggunakan hampir 80 persen stok rudal pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) selama konflik dengan Iran.

The Washington Post juga melaporkan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Trump membatalkan rencana serangan lanjutan terhadap Iran, meskipun sebelumnya ia mengancam akan menyerang Republik Islam itu "dengan sangat keras."

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut pemberitaan mengenai percakapan Trump dengan Hegseth sebagai "berita palsu."

"Saya berada di Camp David bersama Presiden Trump dan Menteri Hegseth. Ini benar-benar tidak pernah terjadi," tulis Leavitt melalui akun X.

Senada dengan itu, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan kabar mengenai perselisihan Trump dengan Hegseth maupun isu kekurangan senjata "sama sekali tidak benar."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Luar Negeri
G20 Sepakati Tata Kelola Te...
Daerah
Pemkot Bandung Segera Perca...
Olahraga
Kehadiran Influencer di US ...
Daerah
107 Pelajar Papua Barat Ber...
Advertisement
Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.