Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Kecam Peningkatan Kekuatan Pertahanan Jepang

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 02:45 WIB | Oleh:
Korut Kecam Peningkatan Kekuatan Pertahanan Jepang Doc: Japan Ministry of Defense
Ket. Kapal perusak JDS Chokai milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang sedang menembakkan misil jelajah jarak jauh Tomahawk dalam uji coba pertama peluncuran misil dari kapal perang di Samudra Pasifik pada Rabu (29/7) lalu. Korut menyebut peluncuran misil Tomahawk oleh kapal Jepang ini sebagai upaya untuk kemampuan melakukan serangan pendahuluan.

SEOUL - Korea Utara (Korut) pada Rabu (5/8) memperingatkan bahwa mereka akan mengembangkan opsi militer tambahan sebagai tanggapan terhadap rencana peningkatan kemampuan pertahanan Jepang yang semakin berkembang, dan menuduh Tokyo akan mengubah dirinya menjadi negara perang.

Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang sangat berpengaruh, mengeluarkan peringatan tersebut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA pada Rabu.

“Kepemimpinan Pyongyang akan menyiapkan opsi militer tambahan yang jelas-jelas disebabkan oleh transformasi Jepang,” kata Kim Yo-jong. “Jepang, sebuah negara penjahat perang, kini mempercepat transformasinya menjadi negara perang,” imbuh dia.

Jepang secara bertahap menjauh dari posisi pasifisnya pasca Perang Dunia II dengan meningkatkan anggaran militer, memperkuat kemitraan pertahanan, dan mengerahkan sistem peluncur misil ke pulau-pulau terluarnya.

Menteri Pertahanan Jepang pada Selasa (4/8) mengatakan bahwa Jepang perlu memperkuat militernya karena rasa urgensi dan krisis, seiring dengan penilaian pemerintah terbaru yang memperingatkan tentang meningkatnya ancaman dari Tiongkok, Russia, dan Korut.

Dalam pernyataannya, Kim Yo-jong menyebutkan uji tembak misil jelajah jarak jauh Tomahawk yang baru-baru ini dilakukan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dan partisipasinya dalam latihan militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Filipina pada Mei lalu sebagai bukti dukungan Washington DC terhadap apa yang ia gambarkan sebagai aktivitas militer berbahaya di Pasifik.

Kementerian Pertahanan Jepang pada Rabu mengkonfirmasi bahwa peluncuran Tomahawk pekan lalu adalah uji coba pertama negara tersebut. Jepang telah mulai menerima misil buatan AS tersebut dan telah mempersiapkan kapal perusak Chokai untuk mengoperasikannya.

“Tokyo sedang berupaya untuk merumuskan kemampuan melakukan serangan pendahuluan," kata Kim Yo-jong seraya menegaskan bahwa kemampuan serangan pendahuluan Jepang sebagai ancaman besar terhadap perdamaian dan stabilitas internasional.. “Kami tidak akan pernah menjadi pengamat pasif terhadap evolusi militer Jepang yang dapat menimbulkan ancaman serius,” imbuh dia.

Jepang pernah menduduki Semenanjung Korea hingga menyerah dalam Perang Dunia II pada tahun 1945, setelah itu Korea dibagi menjadi negara-negara terpisah. Warisan dari pemerintahan kolonial Jepang yang penuh kekerasan terus mempengaruhi kebijakan luar negeri baik dari Korut dan Korea Selatan (Korsel).

“Jika keturunan militerisme, yang mewarisi gen kelicikan dan agresi, telah meraih senjata mematikan di tangan mereka, sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi,” ucap Kim Yo-jong seraya menambahkan bahwa citra Jepang sebagai negara pencinta damai yang selama ini ditampilkan di panggung internasional hanyalah taktik untuk menutupi ambisi menjadi kekuatan militer.

Saat ini Jepang telah menjadi tuan rumah pangkalan militer AS sejak penyerahannya dalam Perang Dunia II. Negara tersebut telah meningkatkan pengeluaran militer sebesar 9,7% menjadi USD62,2 miliar pada 2025, setara dengan 1,4% dari produk domestik bruto dan merupakan porsi anggaran tertinggi sejak tahun 1958.

Kritik Tiongkok

Tiongkok yang merupakan sekutu utama Korut, juga telah menyatakan keprihatinan atas apa yang mereka sebut sebagai militerisme baru Jepang.

Hubungan Tiongkok-Jepang memburuk setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi pada November lalu mengatakan bahwa tindakan militer Tiongkok untuk merebut Taiwan dapat memicu respons dari angkatan bersenjata Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Harga Bahan Pokok Naik, Nil...
Olahraga
Zverev Lolos Susah Payah, H...
Olahraga
Medi Yoku Pimpin Voli ke As...
Ekonomi
Harga Bahan Pokok Melonjak,...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.