Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

2 Selasa, 04 Agu 2026, 02:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS Doc: AFP/Christophe ARCHAMBAULT
Ket. Sebuah drone pengintai MQ-9 Reaper milik militer AS lepas landas dari pangkalan AU Cognac di Chateaubernard, Prancis barat daya pada 12 Juni lalu. Pada Senin (3/8), militer Korsel melaporkan bahwa pihaknya nyaris menembak jatuh drone AS di perbatasan antar-Korea karena kesalahan komunikasi.

SEOUL - Kesalahpahaman antara militer Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) terkait penerbangan drone AS pekan lalu, terjadi akibat kesalahan komunikasi di tingkat pelaksana. Hal itu disampaikan seorang pejabat militer Korsel pada Senin (3/8).

Insiden tersebut bermula ketika militer Korsel mendeteksi drone pengintai AS yang terbang di atas kawasan perbatasan antar-Korea di Paju, Gyeonggi, pada Kamis (30/7). Drone itu sempat dikira sebagai ancaman musuh sehingga militer Korsel nyaris menembak jatuh pesawat nirawak tersebut dengan mengaktifkan Durumi, sebuah sistem peringatan militer yang dikerahkan jika terjadi penyusupan oleh drone musuh.

Tetapi kemudian diketahui bahwa drone itu dioperasikan oleh Korps Marinir AS yang tengah mengikuti latihan gabungan rutin bersama Korps Marinir Korsel di lokasi latihan militer AS di Paju, sebelah utara Seoul.

Akibat kesalahpahaman ini, militer Korsel kemudian melakukan pemeriksaan terhadap Korps I Angkatan Darat yang memiliki kewenangan atas area latihan tembak tersebut dan menonaktifkan petinggi militer yang bertanggung jawab di korps tersebut.

“Hasil pemeriksaan memastikan insiden itu terjadi akibat kesalahan komunikasi antarpersonel di tingkat pelaksana mengenai prosedur pengendalian wilayah udara di lapangan,” ucap seorang pejabat Kepala Staf Gabungan (JCS) kepada wartawan pada Senin.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa sistem pelaporan komando tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dan insiden itu juga disebabkan oleh kebiasaan mengabaikan prosedur resmi perizinan penerbangan.

Pemeriksaan tersebut juga mengungkapkan bahwa seorang prajurit tingkat operasional dari Korps ke-1 telah menerima pesan teks dari militer AS yang memberitahukan unit tersebut tentang penerbangan pesawat nirawak mereka sehari sebelum latihan.

Agar insiden ini tak terjadi kembali di kemudian hari, pejabat JCS mengatakan bahwa militer Korsel akan bekerja sama dengan pihak AS untuk meningkatkan sistem koordinasi bilateral dalam pengendalian wilayah udara.

"Kasus ini telah menunjukkan perlunya kepatuhan ketat terhadap prosedur pengendalian wilayah udara yang diatur antara militer Korsel dan AS," kata pejabat JCS itu. "Kami akan meningkatkan kerangka koordinasi untuk pengendalian wilayah udara melalui komunikasi yang lebih erat dengan AS,” imbuh dia. KBS/Yonhap/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Jangan Buru-buru IPO, UKM D...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.