Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Target Pembangunan PLTS 100 GW Bakal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 03:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Target Pembangunan PLTS 100 GW Bakal Kerek Pertumbuhan Ekonomi Doc: ANTARA/Ahmad Naufal Okta vian
Ket. Petugas melakukan perawatan panel surya.

JAKARTA - Institute for Essential Services Reform (IESR) menyatakan program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Giga Watt (GW) akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah. 

Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa di Jakarta, Kamis (6/8) mengatakan kalau dilaksanakan dengan baik bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti diwacanakan Presiden.

Program PLTS 100 GW merupakan program transisi energi terbarukan yang besar, sehingga perlu didukung oleh semua pihak agar dapat terlaksana.

Menanggapi pernyataan tersebut, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengakui kalau energi terbarukan adalah salah satu alternatif energi yang bisa dimanfaatkan seperti dengan PLTS dan PLTA.

Hingga Pelosok Desa

Ketua ICRES, Surya Darma menilai target 100 GW sangat strategis jika diimplementasikan secara inklusif. Program tersebut bukan hanya agenda transisi energi, tetapi juga bisa menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional untuk mencapai target 8 persen.

“Target pembangunan PLTS 100 GW bukan sekadar agenda transisi energi, melainkan penggerak utama engine of growth yang sangat strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional mencapai target 8 persen,” kata Surya.

Surya menekankan, implementasi PLTS tidak boleh hanya terfokus pada skala besar atau utility-scale. Ia mendorong agar PLTS juga dimasifkan dalam bentuk terdistribusi hingga ke pelosok desa.

ICRES mencatat ada tiga poin krusial dari pendekatan berbasis desa tersebut, pertama, pemberdayaan ekonomi lokal. Kehadiran PLTS di perdesaan menjadi katalisator aktivitas produktif masyarakat. Mulai dari mendukung modernisasi pertanian, pengolahan hasil komoditas, cool storage nelayan, hingga UMKM desa. Hal ini dinilai langsung meningkatkan pendapatan warga secara inklusif.

Kedua, pemerataan akses da keadilan energi. Penempatan PLTS tersebar di pelosok mempercepat pemerataan rasio elektrifikasi berkualitas dan menekan biaya logistik energi di daerah terpencil atau kepulauan.

Terakhir, investasi dan industri hijau. Megaproyek tersebut secara keseluruhan akan menarik investasi hijau global, menciptakan jutaan green jobs, serta memperkuat rantai pasok industri komponen surya dalam negeri.

“Dengan pendekatan ini, manfaat PLTS 100 GW tidak hanya dirasakan di pusat-pusat beban besar, tetapi juga menjangkau masyarakat yang selama ini paling jauh dari akses energi andal,” kata Surya.

ICRES menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan agar program PLTS 100 GW terlaksana optimal, sehingga berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, serta membawa kesejahteraan hingga ke tingkat tapak di pelosok desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.