Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Lengkapi Rudal Balistik Antarbenua Khorramshahr-5 dengan Hulu Ledak Penghancur Bunker

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 00:52 WIB | Oleh:

Arab Saudi, yang memiliki banyak silo dan pusat kendali rudal yang didukung AS, menghadapi ancaman serupa.

Sebagai tanggapan, Israel mempercepat pengembangan sistem pertahanan rudal Arrow-4 dan sedang berunding dengan AS untuk memperoleh bom penghancur bunker generasi baru yang lima kali lebih berat daripada GBU-57 yang ada.

Para perencana strategis Washington juga merasa resah, karena Khorramshahr-5 dengan jangkauan 12.000 km secara efektif menjadikan Iran kekuatan rudal global yang mampu mengancam Eropa dan sebagian Amerika Utara.

Perkembangan ini menambah kompleksitas kerangka kerja pertahanan rudal (GMD) AS, yang sudah terbebani oleh keberadaan sistem hipersonik Avangard Rusia dan DF-ZF Tiongkok.

Bagi Asia, khususnya dalam konteks pembaca Defense Security Asia, perkembangan ini memiliki implikasi yang mendalam.

India, yang telah menguji rudal Agni-V dengan hulu ledak tembus 7.500 kg, dapat mempercepat pengembangan sistem hipersonik jarak jauh untuk menjaga keseimbangan strategis.

Di sisi lain, Pakistan mungkin menafsirkan kemajuan Iran sebagai peluang sekaligus tantangan, yang berpotensi membuka kerja sama teknis atas nama keamanan regional — sesuatu yang dapat memicu perlombaan senjata baru di Asia Selatan.

Negara-negara ASEAN juga memandang perkembangan ini melalui perspektif keamanan energi, karena ketegangan di Teluk Persia atau gangguan di Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak mentah di atas USD150 (RM712) per barel, yang memicu guncangan inflasi di Asia Tenggara.

Dari perspektif ekonomi, investor mungkin akan mempertimbangkan kembali komitmen mereka terhadap proyek energi dan infrastruktur di Teluk, sementara dari perspektif diplomatik, sanksi baru terhadap Iran dapat mendorong Teheran untuk memperdalam hubungan strategis dengan Beijing dan Moskow.

Kedua negara adidaya ini telah memanfaatkan peluang ini.

Tiongkok telah memuji ketahanan teknologi Iran dan mungkin menawarkan untuk berbagi data tentang kendali penerbangan hipersonik, sementara Rusia, yang masih terlibat dalam konflik di Ukraina, memandang pertukaran teknologi—drone Iran dengan keahlian rudal Rusia—sebagai keuntungan bersama.

Penyelarasan ulang ini memetakan batas-batas baru dalam kerja sama pertahanan global, menciptakan dinamika persenjataan multipolar yang mengingatkan pada era Perang Dingin, tetapi dengan fokus regional yang berpusat pada teknologi rudal.

Era Baru Perang Bawah Tanah

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IHSG Melemah, Pakar Minta O...

Proyek Strategis Diharapkan Majukan Papua Selatan

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Proyek Strategis Diharapkan...

Bolaang Mongondow Diguncang Gempa 5,7 Magnitudo

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bolaang Mongondow Diguncang...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.