Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Papua Ajak Pelajar Jayapura Bijak Bermedsos guna Cegah Kejahatan Digital

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 08:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polda Papua Ajak Pelajar Jayapura Bijak Bermedsos guna Cegah Kejahatan Digital Doc: ANTARA
Ket. Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito memberikan penyuluhan ke pelajar di SMKN1 Jayapura.

JAYAPURA – Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengajak pelajar SMKN 1 Jayapura agar bijaksana saat menggunakan media sosial guna mencegah terjadinya kejahatan digital.

"Pelajar diharapkan untuk lebih cerdas dalam menggunakan media sosial, karena ruang digital tidak hanya memberikan banyak manfaat, tetapi juga menyimpan berbagai risiko, terutama bila digunakan tanpa pengetahuan dan tanggung jawab," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito saat memberikan penyuluhan kepada para pelajar SMKN 1 Jayapura di Jayapura, Jumat (07/8).

Di hadapan sekitar 180 pelajar, ia mengatakan, media sosial bisa menjadi tempat untuk belajar, berkarya, dan membangun masa depan.

Namun, kata dia, sebaliknya bila digunakan tanpa bijak maka media sosial dapat menjadi ruang yang memunculkan informasi tidak benar atau hoaks, perundungan siber, hingga berbagai bentuk kejahatan digital sehingga para pelajar harus menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab.

Ia mengatakan salah satu tantangan terbesar saat ini, berupa kemudahan masyarakat mempercayai dan menyebarkan informasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Padahal, satu unggahan yang tidak benar dapat menimbulkan keresahan bahkan merugikan banyak orang.

"Ingat tiga hal sederhana ini, yaitu saring sebelum sharing, berpikir sebelum mengetik, dan kenali batas hukum, karena apa yang kita tulis di media sosial akan meninggalkan jejak digital dan memiliki konsekuensi," kata Kombes Cahyo.

Dia mengatakan kejahatan digital yang kini semakin berkembang, salah satunya Love Scamming, yaitu modus penipuan yang memanfaatkan hubungan emosional korban melalui media sosial atau aplikasi perpesanan.

ia menjelaskan Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi kejahatan digital, karena itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

"Pelajar sebagai generasi muda juga berperan sebagai agen literasi digital untuk berani mengatakan tidak terhadap penyebaran hoaks maupun tindakan cyberbullying," demikian Kombes Cahyo Sukarnito.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.