Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar dari Kasus Nakes Bully Pasien BPJS, Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Posting di Medsos

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 08:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belajar dari Kasus Nakes Bully Pasien BPJS, Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Posting di Medsos Doc: Brittanica

JAKARTA - Seseorang semestinya menerapkan prinsip pause before posting atau memberi jeda sebelum mengunggah sesuatu pada media sosial ketika emosi sedang meningkat.

"Biasakan memberi jeda sebelum mengunggah sesuatu. Prinsip sederhana seperti 'pause before posting' sangat membantu. Jika sedang marah, sebaiknya jangan langsung menulis atau mengunggah apa pun," kata Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Ratih Ibrahim, MM, Psikolog, di Jakarta, Sabtu.

Saran tersebut keluar untuk menanggapi peristiwa yang sedang di media sosial, yaitu seorang warganet, yang kini sudah meninggal, bercerita dia belum mendapatkan kamar di rumah sakit setelah menunggu selama 8 jam. Sejumlah warganet, yang diidentifikasi sebagai tenaga kesehatan, memberikan komentar yang merundung untuk unggahan itu.

Menurut Ratih, seseorang perlu mengenali tanda-tanda ketika emosinya mulai meningkat, seperti tubuh terasa tegang, pikiran dipenuhi kemarahan, atau muncul dorongan untuk segera membalas komentar.

Sang psikolog menyarankan seseorang untuk menunggu beberapa menit atau bahkan beberapa jam sebelum mengunggah atau membalas sesuatu di media sosial agar kondisi emosinya lebih stabil.

Selain memberi jeda, direktur di lembaga yang bergerak di bidang layanan psikologi Personal Growth itu juga menyarankan seseorang menjaga kualitas tidur, mengelola beban kerja, serta membatasi paparan media sosial ketika sedang merasa sangat lelah. Seseorang juga perlu memiliki saluran pelepasan stres yang sehat untuk membantu mengurangi perilaku impulsif di ruang digital.

Kesadaran terhadap kondisi emosi menjadi salah satu keterampilan penting dalam menggunakan media sosial secara bijak.

"Media sosial itu memang sebuah ruang untuk berekspresi. Tapi, media sosial bukan ruang yang bebas dari tanggung jawab," kata Ratih.

Setiap unggahan dapat mencerminkan karakter, nilai, dan integritas seseorang. Oleh karena itu, pengguna media sosial perlu mempertimbangkan kondisi emosinya sebelum mengunggah sesuatu.

Ratih menyarankan masyarakat tidak terburu-buru menekan tombol unggah ketika sedang marah atau sangat lelah agar emosi sesaat tidak berkembang menjadi persoalan baru pada kemudian hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
Putri Mahkota Swedia Victor...
Ekonomi
Konsumsi BBM Solar Bersubsi...

Impor Garam Ditargetkan Berhenti pada 2029

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Impor Garam Ditargetkan Ber...
Megapolitan
Warga Huntara Senen Nikmati...

Gebyar Bunga Rawa Belong 2026

8 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Gebyar Bunga Rawa Belong 2026

Peluncuran program STEM Nasional

8 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peluncuran program STEM Nas...

Perkembangan IHK periode Agustus 2026

8 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Perkembangan IHK periode Ag...

Subsidi benih padi 2027

8 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Subsidi benih padi 2027
Megapolitan
Dugaan pencemaran limbah Po...

Festival Danau Sentani 2026

8 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival Danau Sentani 2026
Advertisement
Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.