Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NATO Versi Timur Tengah, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki Resmi Bentuk Pakta Pertahanan Bersama

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 05:11 WIB | Oleh:
NATO Versi Timur Tengah, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki Resmi Bentuk Pakta Pertahanan Bersama Doc: Istimewa
Ket. Presiden Turki, Putra Mahkota Saudi, dan Perdana Menteri Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan bersama di Mekah.

MAKKAH - Arab Saudi, Pakistan, dan Turki pada Jumat (7/8) resmi membentuk sebuah pakta pertahanan bersama yang menandai babak baru dalam kerja sama militer di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.

Dari Al Jazeera, kesepakatan yang ditandatangani di Makkah ini memuat prinsip pertahanan kolektif. Artinya, apabila salah satu negara anggota mendapat serangan dari pihak luar, serangan tersebut akan diperlakukan sebagai ancaman terhadap ketiga negara secara bersama-sama. 

Selain komitmen saling membantu dalam menghadapi ancaman, perjanjian tersebut juga membuka jalan bagi peningkatan latihan militer gabungan, pertukaran informasi intelijen, hingga pengembangan teknologi pertahanan secara bersama. Para pemimpin ketiga negara menegaskan bahwa aliansi ini bersifat defensif dan tidak ditujukan untuk mengancam negara tertentu. 

Penandatanganan pakta dilakukan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Kesepakatan ini lahir di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, mulai dari konflik yang melibatkan Iran hingga situasi keamanan di Gaza, Lebanon, dan Yaman. 

Pengamat menilai, kombinasi kekuatan ketiga negara menjadikan aliansi ini memiliki bobot strategis yang besar. Arab Saudi memiliki pengaruh ekonomi dan energi yang kuat, Pakistan merupakan negara bersenjata nuklir dengan militer berpengalaman, sementara Turki memiliki industri pertahanan yang berkembang pesat serta salah satu angkatan bersenjata terbesar di NATO. 

Meski demikian, para pejabat dari ketiga negara menekankan bahwa tujuan utama pakta ini adalah memperkuat stabilitas kawasan melalui kerja sama pertahanan yang lebih erat, bukan membentuk blok militer untuk menghadapi pihak tertentu. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Tuntas Evakuasi Kecelakaan ...
Advertisement
Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.