Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendagri Bima Arya Ajak Pemda Jadikan Penghijauan Gerakan Berkelanjutan untuk Perkuat Ketahanan Ekologis

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 19:05 WIB | Oleh:
Wamendagri Bima Arya Ajak Pemda Jadikan Penghijauan Gerakan Berkelanjutan untuk Perkuat Ketahanan Ekologis Doc: Kemendagri
Ket. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh pemerintah daerah menjadikan penghijauan sebagai gerakan berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh pemerintah daerah menjadikan penghijauan sebagai gerakan berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan tidak cukup hanya mengandalkan penanaman pohon, tetapi juga membutuhkan perawatan yang konsisten serta kolaborasi dari berbagai pihak.

Ajakan tersebut disampaikan Bima Arya saat menghadiri peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem dan rehabilitasi hutan serta lahan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (7/8). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat pelestarian lingkungan melalui pembangunan persemaian yang mampu mendukung program penghijauan secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bima menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial atau memenuhi target tertentu. Ia menilai setiap program penghijauan harus memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

"Penanaman ini kan bukan hanya sekadar seremoni, ini bukan sekadar aktivitas biasa, tapi ini tentang membangun ketahanan ekologis. Ini juga tentang sosial ekonomi. Ini yang tidak mudah karena membutuhkan kolaborasi," ujar Bima Arya.

Ia menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri terus mendorong pemerintah daerah agar memasukkan aspek lingkungan sebagai bagian penting dalam setiap proses perencanaan pembangunan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan indikator ekologis menjadi bagian dari evaluasi dan penyusunan kebijakan pembangunan di daerah.

"Kemendagri berikhtiar untuk memastikan bahwa semua perencanaan di daerah yang direncanakan oleh gubernur maupun bupati dan wali kota memiliki indikator ekologis. Jadi setiap melakukan asesmen, pasti kita lihat unsur-unsur ini," jelasnya.

Menurut Bima, pelaksanaan penghijauan berkelanjutan masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari alih fungsi lahan, konflik kepemilikan lahan, hingga pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Karena itu, pemerintah daerah memerlukan pendampingan agar program rehabilitasi tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan hingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Untuk memperkuat keberhasilan program tersebut, Bima mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, membangun kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap program penghijauan yang telah diinisiasi pemerintah berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

"Mari kita bangun kolaborasi, mari kita bangun co-creation. Tidak hanya dengan sesama institusi pemerintah, provinsi, kota, kabupaten, tapi dengan kampus, korporasi, dan lain-lain. Jadikan penghijauan yang sudah diinisiasi Presiden sebagai movement, bukan hanya kegiatan," tegasnya.

Selain kolaborasi, Bima juga menilai penting membangun budaya merawat lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, jumlah pohon yang ditanam tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diiringi komitmen untuk menjaga dan merawatnya secara berkelanjutan.

"Mari kita sama-sama bangun budaya merawat, bukan hanya sekadar menanam, bukan juga hanya sekadar seremoni, tetapi semuanya harus berorientasi pada aksi yang permanen dan berkelanjutan," pungkasnya.

Peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Direktur APP Group Soewarso, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, para kepala daerah se-Sumatera Selatan, jajaran kementerian dan lembaga terkait, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mendukung rehabilitasi hutan dan lahan serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Otomotif
Hongqi House Mampang Jadi R...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.