Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Curhatan Prajurit Ukraina yang Terkepung di Garis Depan

📅 Rabu, 08 Mar 2023, 05:02 WIB | Oleh:
Ini Curhatan Prajurit Ukraina yang Terkepung di Garis Depan Doc: Istimewa
Ket. Seorang prajurit Ukraina di parit perlindungan di sekitar Bakhmut, wilayah Donetsk, baru-baru ini.

"Cuaca yang paling tidak disukai oleh prajurit infanteri adalah suhu 35 derajat Fahrenheit dan hujan lebat, saat parit perlindungan banjir dengan air yang hampir membeku setinggi lutut .Bertahan dalam kondisi seperti itu benar-benar sebuah seni, dan pada saat-saat inilah parit memiliki energi khusus," tulis Yegor Firsov, seorang prajurit Ukraina di garis depan dalam sebuah surat untuk istrinya.

Setelah berhasil mengepung kota penting Bakhmut, Rusia di ambang kemenangan besar pertama dalam setengah tahun terakhir perang di Ukraina.

Dilansir oleh The New York Times, sebelum berjibaku melawan militer Rusia, Firsov adalah anggota Parlemen Ukraina dari 2014 hingga 2016.


Menurut penembak sekaligus petugas medis pasukan pertahanan Ukraina ini, di garis depan semua prajurit telah menganggap parit perlindungan yang kotor itu sebagai rumah kedua yang jauh dari kampung halaman mereka. Ada kantong tidur, amunisi dan makanan tentunya.

"Tetapi orang-orang juga menyimpan buku dan menempelkan gambar anak-anak mereka di dinding," ungkapnya.

Firsov menuturkan, terkadang musuh cukup dekat sehingga mereka bisa melihatnya tanpa teropong. Terkadang hanya berjarak beberapa ratus kaki.

"Tugas kita adalah untuk mempertahankan benteng, dan dalam ungkapan umum ini terdapat gagasan utama perang: tidak menyerahkan tanah Anda kepada musuh".

"Jadi saat tembak-menembak dimulai, seorang prajurit tidak bisa begitu saja berlindung; dia juga harus memastikan musuh tidak bergerak maju. Itulah yang terjadi: Ketika musuh mulai menembak, infanteri mereka mulai maju," ungkapnya.

Suatu hari posisi regu Firsov dibombardir dengan mortir 120 milimeter selama beberapa jam. Ketika rentetan dimulai, itu menakutkan. Pertama, terdengar suara proyektil terbang keluar dari peluncur. Lalu ada penantian beberapa detik dan getaran kedatangannya.

Parit itu berguncang, tanah berhamburan dari atas. Lalu terdengar suara ledakan yang memekakkan telinga selama beberapa detik.

"Jika merasakan semua itu, berarti kali ini Anda sedang beruntung. Bom mendarat setidaknya 30 kaki jauhnya. Tembakan berikutnya mungkin mengenai Anda," ujarnya

Dia melanjutkan, dengan setiap ledakan, pecahan baja menyebar seperti anak panah tajam ke segala arah. Ukuran pecahan besar dari peluru mortir sekitar setengah ukuran telapak tangan, dan berat. Itu bisa menembus rompi antipeluru.

"Tapi pecahan kecil yang hampir tak terlihat yang masuk ke tubuh lebih buruk. Itulah mengapa kami, saya seorang tenaga medis dan juga seorang penembak, harus dengan hati-hati memeriksa yang terluka dan meraba semuanya, agar tidak melewatkan luka pecahan peluru berbahaya yang dapat menyebabkan pendarahan dalam," terangnya.


Jika proyektil kaliber besar mengenai parit, lanjutnya, tentara dapat terkubur dan rekan di dekatnya harus menggalinya sebelum mereka mati lemas. Ledakan yang dirasakan dari bawah tanah terasa lebih tidak menyenangkan daripada di permukaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Ekonomi
Rentan terhadap Tekanan - 2...
Daerah
Wakatobi Disuruh Meniru Pro...
Olahraga
Pantas Menggunduli Indonesi...
Megapolitan
Bogor Lagi, Kasus Kanker Na...
Megapolitan
Bagaimana Ini Pemkot Bogor,...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.