Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenpar: Penutupan Bromo tidak Menurun Minat Wisatawan

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 18:15 WIB | Oleh:
Kemenpar: Penutupan Bromo tidak Menurun Minat Wisatawan Doc: Dok. Istimewa


JAKARTA - Keamanan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan sebuah destinasi wisata. Staf Ahli Bidang Manajemen, khususnya Manajemen Krisis Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Fadjar Hutomo, Selasa malam, (15/9), mengatakan persepsi wisatawan terhadap keamanan turut memengaruhi minat mereka untuk berkunjung kembali.  

“Pariwisata itu adalah tentang persepsi. Ketika sebuah destinasi wisata alam dipersepsikan aman untuk dikunjungi, minat wisatawan untuk datang kembali akan tinggi. Sebaliknya, ketika sebuah destinasi dipersepsikan tidak aman karena bencana alam tidak tertangani dengan baik, sering terjadi kecelakaan, atau kriminalitas, ini menjadi barrier bagi pariwisata berkelanjutan,” ujar Fadjar dalam forum Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ngoprek)  yang digelar oleh Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di Wisata Party, Jatim Park 3, Kota Batu, Jawa Timur.

Ia mencontohkan Taman Nasional Gunung Bromo, Jawa Timur, yang sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, menurut dia, kondisi tersebut tidak menurunkan minat wisatawan karena Bromo masih dipersepsikan aman untuk dikunjungi.

“Awareness wisatawan terhadap kelestarian Bromo tinggi. Meski mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wisatawan mempersepsikan Bromo aman untuk dikunjungi,” tambah Fadjar,

Event Ngoprek inisiasi Forwaparekraf yang mengangkat tema “Safety Tourism, Sustainable Future: Membangun Wisata Aman, Edukatif, dan Berkelanjutan”  menghadirkan narasumber  Rio Imam Sendjojo, Direktur Jawa Timur Park Group,  Suryo Widodo, Direktur Jawa Timur Park 3, dan Titik S. Ariyanto, Manager Marketing & PR Jawa Timur Park Group. 

Fadjar mengatakan, pariwisata adalah tentang persepsi sehingga destinasi wisata alam yang dipersepsikan aman untuk dikunjungi, minat wisatawan untuk datang kembali tinggi. Sebaliknya,   sebuah daerah (destinasi wisata) dipersepsikan tidak aman karena peristiwa bencana alam tidak tertangani dengan baik, sering terjadi kecelakaan, dan  kriminalitas tentu ini menjadi hambatan (barrier) untuk kepariwisataan berkelanjutan.  

“Aspek safety menjadi sangat penting. Ibu Menteri Pariwisata menetapkan keselamatan pariwisata menjadi salah satu program prioritas. Intinya, tourism is not only about beauty, but also safety, “ kata Fadjar Hutomo, seraya mengatakan keamanan, kenyamanan, dan pelestarian alam menjadi perhatian utama terhadap pengembangan pariwisata alam Taman Nasional Gunung Bromo agar berkualitas dan  berkelanjutan. 

Kemenpar melihat faktor kelalaian manusia (masyarakat/wisatawan) seperti menggunakan flare untuk keperluan foto prewedding, membuang puntung rokok sembarangan di area savana, dan lupa mematikan  sisa perapian (api unggun) sering menjadi sumber kebakaran. Juga faktor alam  pada musim kemarau dengan suhu panas ektrem disertai angin kencang membuat  percikan api kecil cepat merambat dan membesar membakar padang savana kering sehingga sulit dikendalikan.  

Kemenpar mengajak  semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi serta pengawasan yang ketat dalam penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) tehadap masyarakat atau wisatawan. “Kemenpar berkolaborasi dengan media mengedukasi wisatawan agar tercipta persepsi positif terhadap destinasi wisata,” kata Fadjar.

Direktur Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo menyampaikan pengembangan Jatim Park Group,  sebagai destinasi wisata yang menggabungkan unsur edukasi, hiburan rekreasi, dan konservasi,  telah  memasuki usia 25 tahun.

Dimulai  membangun Jatim Park 1, 2, dan 3, pada September tahun  ini akan melanjutkan dengan membuka wisata edukasi Mega Science Center dan Budaya.  
 
“Daya tarik obyek wisata ini adalah  sebagai   ruang pembelajaran anak sekolah untuk belajar tentang sain; kimia, fisika, biologi, matematika, dan budaya, yang dilengkapi dengan  area untuk robot yang bisa perform dan bertingkah seperti manusia,” lanjutnya.  

Di tempat yang sama, Direktur Jawa Timur Park 3, Suryo Widodo menegaskan sejauh ini Kota Batu Malang  yang  dikelilingi pegunungan seperti Gunung Bromo, Gunung Arjuna dan Gunung Welirang secara historis cukup aman dari dampak erupsi gunung berapi maupun banjir bandang.

“Namun demikian, sesuai SOP dan standar Disnaker, Jatim Park secara periodik senantiasa melakukan simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan para petugas. 

Sementara itu, Manager Marketing & PR Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto mengatakan, dalam menciptakan persepsi positif diperlukan kerja keras dan upaya yang sistematis. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Ekonomi
Kabut Asap Karhutla Hambat ...
Nasional
Bali Dipilih Jadi Tuan Ruma...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.