Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Ekonomi Hijau Mengubah Dunia Kerja, SDM Indonesia Tak Boleh Ketinggalan

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transisi Ekonomi Hijau Mengubah Dunia Kerja, SDM Indonesia Tak Boleh Ketinggalan Doc: ANTARA/ HO-PLN.
Ket. Ilustrasi - Pengembangan hidrogen hijau.

JAKARTA – Transisi ekonomi hijau menjadi agenda penting untuk mendorong pertumbuhan yang tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Peralihan menuju energi bersih, efisiensi sumber daya, dan praktik produksi rendah emisi perlu diikuti investasi serta inovasi agar transformasi ekonomi tidak hanya menekan emisi, tetapi juga menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia harus siap menghadapi transisi energi hijau yang kian berkembang dari sisi teknologi dan industri.

"Peluang transisi ini sangat besar karena Indonesia memiliki modal ketenagakerjaan yang melimpah," ujar Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8).

Lebih lanjut, Wamenaker mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja seiring transisi menuju ekonomi hijau.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi, penguatan informasi pasar kerja, perluasan akses terhadap kesempatan kerja, serta pemenuhan aspek perlindungan dan pekerjaan layak.

Berdasarkan laporan "Outlook Ketenagakerjaan 2026", potensi green jobs di Indonesia diproyeksikan mencapai 3,88 juta orang.

Proyeksi tersebut menunjukkan adanya peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja sejalan dengan perubahan struktur ekonomi.

Menurut Afriansyah, terdapat tiga kesenjangan yang perlu dijembatani dalam menghadapi perubahan tersebut, yaitu informasi, kompetensi, dan akses.

"Informasi mengenai kebutuhan pasar kerja perlu diikuti kompetensi yang sesuai serta akses terhadap kesempatan kerja agar peluang yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja," kata Wamenaker.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kemnaker menyiapkan lima pilar kebijakan, yakni penguatan informasi pasar kerja, pembaruan standar kompetensi, pengembangan pelatihan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan industri, penguatan mekanisme matching dan penempatan kerja, serta penyediaan perlindungan dan pekerjaan layak.

"Implementasinya membutuhkan pembagian peran yang jelas di antara para pemangku kepentingan. Pemerintah berperan mengarahkan kebijakan serta menyediakan data dan informasi pasar kerja, insentif, dan perlindungan," ujar Afriansyah.

Sementara itu, dunia usaha dan industri berperan menyampaikan kebutuhan kompetensi, menyediakan fasilitas magang, serta membuka peluang kerja sejalan dengan perkembangan sektor ekonomi hijau.

Lebih lanjut, lembaga pendidikan dan pelatihan berperan menghubungkan kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja. Sementara, lembaga keuangan dapat mendukung pembiayaan pengembangan keterampilan dan perluasan kesempatan kerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Olahraga
RB Leipzig Menggila! Eintra...
Nasional
Kemnaker Bidik 70 Persen Lu...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.