Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jutaan Lapangan Kerja Hijau Disiapkan, Bappenas Incar Lompatan Pertumbuhan

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jutaan Lapangan Kerja Hijau Disiapkan, Bappenas Incar Lompatan Pertumbuhan Doc: ANTARA/ Sulthony Hasanuddin.
Ket. Ilustrasi-Pekerja memanen basil di Ladang Farm, Cilandak, Jakarta.

JAKARTA – Prospek ekonomi hijau Indonesia cukup besar karena transisi energi, industri rendah karbon, ekonomi sirkular, dan pembiayaan hijau mulai menjadi sumber pertumbuhan baru. Pemerintah bahkan menargetkan mobilisasi investasi hijau USD2 miliar hingga 2030 melalui GIFT.

Namun, peluang tersebut membutuhkan kepastian regulasi, pembiayaan, teknologi, dan kesiapan industri. Jika mampu dieksekusi konsisten, ekonomi hijau bukan hanya instrumen pengendalian emisi, tetapi dapat menjadi mesin investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan daya saing Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan ekonomi hijau dapat menjadi motor utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen secara berkelanjutan.

“Melalui transformasi tersebut, Indonesia diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari lima juta lapangan kerja hijau baru pada 2029 sekaligus mentransformasi lebih dari 72 juta pekerjaan agar semakin produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan,” kata Rachmat Pambudy dalam acara Bangun Bangsa Conference 2026 bertajuk Community Investment for Inclusive Green Growth, dari keterangan resmi, di Jakarta, Jumat (14/8).

Dalam konteks tersebut, sektor swasta dinilai memiliki peran sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan nasional dengan menjadikan ekonomi hijau sebagai salah satu arah strategis yang perlu diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi media, dan masyarakat.

Dia menekankan bahwa tidak ada satu pun negara yang maju, berkembang, dan tumbuh tanpa didukung oleh dunia usaha.

"Kalau dunia usaha memiliki kepedulian terhadap bangsa ini dan memprakarsai pembangunan bangsanya, maka ini adalah tanda bahwa kita akan tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan. Karena itu, mari kita bersama-sama membangun bangsa. Pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling mengorbankan, melainkan dua pilar yang saling memperkuat," ujar dia.

Lebih lanjut, Rachmat Pambudy menekankan bahwa ekonomi hijau bukan sekadar mengikuti tren global, melainkan telah menjadi bagian dari arsitektur pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

Komitmen tersebut juga mendukung pencapaian target net zero emission (emisi nol bersih) pada 2060 atau lebih cepat, sekaligus memperkuat pelaksanaan Astacita Presiden Republik Indonesia.

"Arus ekonomi hijau tidak boleh berhenti di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi harus menjangkau rumah tangga, desa, kawasan pesisir, hingga sentra-sentra ekonomi rakyat. Untuk itu, kita harus memperkuat reformasi regulasi, membuka akses pembiayaan yang lebih inklusif, dan membangun green skills agar masyarakat siap mengisi lapangan kerja hijau. Dengan cara inilah kita membangun Indonesia yang lebih kuat, lebih inklusif, dan lebih berdaulat menuju Indonesia Emas 2045," kata Kepala Bappenas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...

Harga Cabai Rawit Rp102.250/Kg, Telur Ayam Rp28.400/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp102.250...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.