Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Hijau Dimulai, Green Job Siap Jadi Andalan Pekerja RI

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transisi Hijau Dimulai, Green Job Siap Jadi Andalan Pekerja RI Doc: ANTARA/ Sulthony Hasanuddin.
Ket. Ilustrasi-Pekerja memanen basil di Ladang Farm, Cilandak, Jakarta.

JAKARTA – Perubahan menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan tidak hanya berbicara soal pengurangan emisi dan penggunaan energi bersih, tetapi juga menciptakan peluang baru di dunia kerja.

Konsep green job atau pekerjaan hijau kini semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang keberlanjutan, energi terbarukan, efisiensi sumber daya, hingga pengelolaan lingkungan.

Di tengah tuntutan transisi menuju ekonomi hijau, Indonesia menghadapi peluang sekaligus tantangan besar dalam menyiapkan sumber daya manusia.

Pertumbuhan green job dapat menjadi sumber lapangan kerja baru, tetapi membutuhkan peningkatan kompetensi agar tenaga kerja tidak hanya mampu mengikuti perubahan industri, melainkan juga menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menginginkan green job (pekerjaan hijau) menjadi ujung tombak lapangan kerja di masa depan.

“Mengapa saya ingin green job menjadi ujung tombak daripada lapangan kerja di kemudian hari? Kalau kita masih menggunakan kriteria lama dengan lapangan kerja yang tidak hijau, bumi akan makin panas,” ucapnya dalam Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2026 di Jakarta, Rabu (2/9).

Menurut dia, bumi yang panas akan dampak rentetan terhadap alam. Mulai dari kebakaran hutan, mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan, air muka laut akan naik, hingga pantai dan pulau di pesisir tenggelam.

Karena itu, Kepala Bappenas menegaskan bahwa pekerjaan hijau bukan hanya membuka lapangan kerja baru, melainkan juga menyelamatkan dunia.

Salah satu langkah yang akan dilakukan Bappenas ialah meredefinisi green job sesuai kepentingan Indonesia dan dunia dengan memperhatikan kondisi lingkungan hidup di Tanah Air.

“Green job tidak hanya melahirkan tenaga kerja baru, tapi tenaga kerja yang lebih ramah lingkungan dan tenaga kerja yang seharusnya mendapat reward yang lebih tinggi daripada yang didapat tenaga kerja yang lain,” ujarnya.

“Kalau green job tidak segera kita kembangkan, bukan hanya Indonesia yang susah, tapi dunia juga akan susah,” ungkap Menteri PPN.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat Pambudy juga mengkritisi Economic Complexity Index yang dinilai belum memperhatikan kondisi lingkungan dan green job, sehingga diharapkan dapat menjadi indikator baru indeks mengenai pekerjaan hijau Indonesia.

“Jangan kita didikte negara lain, jangan kita terdikte klasifikasi organisasi lain, sehingga kita seolah-olah buruk,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.