Tradisi Ngeropok dalam Perayaan Maulid Nabi di Kota Serang Masih Terjaga Baik
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 15:24 WIB | Oleh: Tim PenulisSERANG – Puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) di Lingkungan Domba, Kelurahan Lopang, Kota Serang, Banten, diwarnai dengan kemeriahan Tradisi Ngeropok, yakni momen pembagian berkat dan bingkisan dari ornamen Panjang Mulud kepada masyarakat setempat.
Pantauan di lapangan pada Selasa (25/8), tampak riuh tawa dan antusiasme tergambar jelas di wajah anak-anak hingga orang dewasa saat Tradisi Ngeropok dimulai.
Sebelumnya, ornamen Panjang Mulud yang dibuat secara swadaya dijemput dari rumah ke rumah dan diarak keliling kampung dengan iringan shalawat serta tabuhan marawis.
Setibanya di masjid dan usai didoakan bersama, barang-barang tersebut dikemas untuk kemudian memasuki momen puncak Ngeropok yang penuh kehangatan.
Ketua Penyelenggara Kegiatan Muhammad Robi di Serang, Selasa, mengatakan Tradisi Ngeropok menjadi momen yang paling dinanti-nanti warga. Pada tahun ini antusiasme masyarakat sangat luar biasa sehingga terkumpul ratusan bingkisan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tahun ini ada 104 Panjang Mulud yang berisikan sembako, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga uang tunai. Melalui Tradisi Ngeropok, barang-barang ini kami distribusi untuk warga di empat kampung lain," ujarnya.
Robi merinci prioritas penerima berkat dari kegiatan ini mencakup anak-anak, pemandi jenazah, ustaz, guru ngaji, dan masyarakat umum, yang membutuhkan.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kemeriahan Ngeropok bukan sekadar ajang kumpul warga, melainkan wujud rasa syukur atas hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dibalut dengan semangat saling menolong, gotong royong, serta sedekah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keceriaan tradisi ini turut dirasakan oleh warga. Siti Aminah (45), warga setempat, menceritakan keseruan dan nilai positif saat mengikuti Tradisi Ngeropok bersama tetangganya.
"Ke seruan saat Ngeropok itu yang selalu bikin kangen tiap tahun. Anak-anak sampai bapak-bapak kumpul semua di jalanan sampai masjid, ketawa bareng, mengharap berkah dari Panjang Mulud. Ini cara kita bersedekah, tapi dengan hati riang gembira, membuat semua warga makin guyub," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!