Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DIY Bangkitkan Lumbung Mataraman, Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 20:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
DIY Bangkitkan Lumbung Mataraman, Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunungkidul.
Ket. Ilustrasi - Kawasan Lumbung Mataraman Balong, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

YOGYAKARTA – Memperkuat kemandirian pangan merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.

Upaya ini membutuhkan peningkatan produktivitas pertanian, penguatan hilirisasi, modernisasi teknologi, serta perbaikan distribusi dan cadangan pangan agar pasokan tetap terjaga di tengah perubahan iklim dan gejolak pasar global.

Dengan kemandirian pangan yang lebih kuat, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat daya tahan ekonomi terhadap guncangan eksternal.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan empat kalurahan, yang tersebar di provinsi tersebut sebagai lokasi percontohan revitalisasi program Lumbung Mataraman, sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan.

"Program ini menjadi langkah Pemerintah Daerah DIY untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, membangun kemandirian pangan, sekaligus mendukung penanganan kemiskinan," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kota Yogyakarta, DIY, Kamis (30/7).

Penetapan empat kalurahan itu tertuang dalam Instruksi Gubernur DIY Nomor 5504 Tahun 2026 tentang Revitalisasi Lumbung Mataraman melalui Optimalisasi Program Kalurahan Mandiri Pangan untuk Ketahanan Pangan di DIY.

Empat kalurahan percontohan itu meliputi Kalurahan Wukirsari di Kabupaten Bantul, Kalurahan Bendung di Kabupaten Gunungkidul, Kalurahan Giripeni di Kabupaten Kulon Progo, serta Kalurahan Glagaharjo di Kabupaten Sleman.

Gubernur mengatakan revitalisasi Lumbung Mataraman merupakan percepatan pengembangan model yang telah dirintis sebelumnya.

Keempat kalurahan tersebut diharapkan menjadi contoh pengembangan program di masing-masing kabupaten.

"Ya, percepatan saja. Kemarin kan baru model, baru empat. Empat kalurahan itu kita percepat. Satu kabupaten satu Lumbung Mataraman," katanya.

Menurut dia, keberhasilan Lumbung Mataraman tidak hanya diukur dari hasil produksi pangan, tetapi dari kemampuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Hasil usaha yang diperoleh, lanjut Sultan, perlu dikelola secara berkelanjutan dengan menyisihkan sebagian keuntungan sebagai modal bersama untuk mengembangkan usaha.

"Saya kira ada yang dibagi hasil dengan petani atau apa, tapi mestinya ada yang disisihkan untuk ditabung. Dalam arti ditabung itu kepemilikan bersama yang bisa jadi modal. Kalau enggak ya bantuan sekali saja. Jangan setiap tahun. Mestinya kan begitu, karena produk itu dijual," katanya.

Gubernur DIY berharap hasil penjualan produk Lumbung Mataraman mampu memberikan keuntungan yang tidak hanya dinikmati masyarakat, tetapi juga menjadi sumber permodalan bagi pengembangan usaha pada musim berikutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.