Militer AS Terus Bombardir Iran 12 Hari Berturut-turut
📅 Jumat, 24 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWashington – Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara terhadap sejumlah sasaran militer Iran pada Rabu (23/7) waktu setempat. Serangan tersebut menandai malam ke-12 berturut-turut operasi militer AS di wilayah Iran di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.
Seperti dikutip dari Antara, Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui akun resminya di platform X menyatakan serangan dimulai pada pukul 17.30 waktu Eastern Time atau Kamis (24/7) pukul 04.30 WIB.
"Misi ini akan terus berlanjut untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan di kawasan tersebut," demikian pernyataan CENTCOM.
Dalam pembaruan berikutnya, CENTCOM menyebut rangkaian serangan pada malam ke-12 itu menargetkan kemampuan maritim Iran, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, pos-pos pengawasan pesisir, serta sejumlah sistem pertahanan udara.
"Serangan-serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal komersial," tulis CENTCOM.
Sebaiknya Anda baca juga:
Militer AS mengklaim telah menyerang puluhan sasaran militer Iran sepanjang Juli, sembari memperketat blokade laut terhadap negara tersebut. CENTCOM juga menyatakan telah mengalihkan rute sembilan kapal komersial dan melumpuhkan satu kapal untuk mencegah lalu lintas menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran.
Lebih dari 50.000 personel militer AS disebut masih disiagakan di kawasan Timur Tengah dan berada dalam kondisi siap tempur.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan meningkatkan serangan apabila Iran kembali menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki sebuah kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan Rudal, Roket, Drone, maupun perangkat atau senjata lainnya, AS akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang berada di dekat atau di Ibu Kota Teheran," tulis Trump di platform Truth Social.
Blokir Ekspor Minyak
Merespons ancaman tersebut, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya selaku komando militer utama Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur strategis Iran akan dibalas dengan langkah yang lebih luas.
Menurut sejumlah laporan media, Iran mengancam akan memblokir seluruh ekspor minyak dari kawasan Asia Barat serta menyerang infrastruktur minyak, gas, listrik, dan fasilitas ekonomi di Timur Tengah apabila AS menyerang wilayahnya.
Komando militer Iran juga menilai ancaman Washington hanya akan memperluas konflik hingga melampaui kawasan Timur Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!