Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inggris Sukses Uji Coba Empat Hari Kerja Seminggu, Bagaimana Selanjutnya?

📅 Senin, 20 Mar 2023, 13:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inggris Sukses Uji Coba Empat Hari Kerja Seminggu, Bagaimana Selanjutnya? Doc: The Conversation//Freepik/Rawpixel
Ket. Perusahaan-perusahaan tengah mempertimbangkan model kerja fleksibel, termasuk empat hari kerja seminggu.

Miriam Marra, University of Reading

Uji coba "empat hari kerja seminggu" terbesar di dunia yang dilakukan di Inggris baru saja usai. Hampir semua perusahaan yang berpartisipasi memutuskan untuk melanjutkan model pengurangan jam kerja.

Dalam uji coba ini, peserta sepakat untuk menghasilkan kinerja yang sama dengan bayaran yang sama pula, sementara waktu kerja mereka dikurangi menjadi hanya empat hari dalam seminggu.

Berdasarkan laporan terkait uji coba tersebut, pendapatan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek percontohan di Inggris ini - mencakup 61 organisasi dengan 2.900 karyawan - tak berubah. Sementara, kesejahteraan pekerja justru naik signifikan.

Hasilnya menunjukkan bahwa pekerja mengalami lebih sedikit stres dan kelelahan akibat berkurangnya kecemasan. Mereka juga menjadi lebih mudah menyeimbangkan antara pekerjaan, tanggung jawab mereka di rumah, dan komitmen sosialnya. Selama masa percobaan dari Juni hingga Desember 2022, angka pegawai yang bertahan dalam pekerjaan mereka (job retention) pun lebih baik dan terdapat penurunan penggunaan cuti sakit secara signifikan.

Baik hasil di atas maupun keputusan partisipan untuk melanjutkan model kerja tersebut menunjukkan hal yang cukup jelas. Ini merupakan bukti besarnya dukungan terhadap sistem empat hari kerja - setidaknya bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat. Namun, berakhirnya proyek percontohan ini tak sebaiknya menjadi akhir uji coba dan upaya untuk menyempurnakan model kerja tersebut.

Sebuah laporan kebijakan tahun 2019 soal kerja empat hari seminggu, yang diterbitkan oleh tim yang dipimpin oleh akademisi Henley Business School di University of Reading, Inggris, yakni James Walker dan Rita Fontinha, menemukan hasil serupa.

Setelah menyurvei lebih dari 500 pemimpin bisnis dan 2.000 karyawan, termasuk bisnis yang telah menerapkan skema empat hari kerja, kami menemukan bahwa tidak ada "satu solusi untuk semua" (one-size-fits-all) untuk kerja fleksibel. Pergeseran ke minggu kerja yang lebih pendek perlu direncanakan secara menyeluruh oleh perusahaan dan karyawan mereka.

Masing-masing perusahaan yang terlibat dalam program percontohan Inggris tersebut baru-baru ini merancang kebijakan yang disesuaikan dengan industri, organisasi, struktur, dan budaya kerja khas mereka.

Selain itu, ada berbagai model empat hari kerja yang berbeda untuk dipertimbangkan, misalnya berdasarkan cara memilih hari libur atau seberapa cepat model diterapkan. Ada juga banyak cara untuk mengukur perubahan tingkat produktivitas - mulai dari perputaran penjualan, kecepatan layanan, penyelesaian proyek berdasarkan target waktu, hingga berbagai penilaian kepuasan pelanggan dan staf.

Merencanakan peralihan ke empat hari kerja dengan hati-hati, dan memberikan pelatihan khusus untuk manajer dan karyawan sebelum pelaksanaannya, sangat penting untuk memastikan kesuksesan model ini. Implementasi yang buruk dapat menimbulkan masalah termasuk stres, ketidakadilan (secara negatif mempengaruhi pekerja paruh waktu, misalnya), dan pada akhirnya, kurangnya keterlibatan dalam menjaga produktivitas. Untuk memastikan keberhasilan skema empat hari kerja, masukan, umpan balik, dan komitmen dari karyawan di setiap level perusahaan sangat krusial.

Bisnis lain yang ingin memanfaatkan keuntungan model empat hari kerja harus mengingat tiga pertimbangan jangka panjang.

1. Menjaga Perolehan Produktivitas

Skema kerja empat hari seminggu harus dapat menjamin bahwa level produktivitas akan terjaga secara jangka panjang ketika nantinya telah diterapkan sebagai kebijakan permanen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...

Arsenal Kejar Hasil Sempurna Pramusim

53 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Kejar Hasil Sempurn...
Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...
Olahraga
Cedera Retak Tulang Paksa E...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.