Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Donggala Darurat Penenun, Perlu Kerja Keras Melestarikan Kekayaan Daerah

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 02:01 WIB | Oleh:
Donggala Darurat Penenun, Perlu Kerja Keras Melestarikan Kekayaan Daerah Doc: ist
Ket. perlu regenerasi

DONGGALA -  Generasi muda memang semakin enggan terjun ke dunia tenun, termasuk di Donggala. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Donggala mendorong regenerasi penenun "buya sabe" atau kain tenun khas Donggala, untuk menjaga warisan budaya agar tetap lestari dan meningkatkan nilai ekonomisnya.

"Kami meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, untuk membuka jurusan khusus Tenun Donggala untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang siswanya adalah remaja putri," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Donggala Rustam Efendi saat pembukaan Buya Subi Festival 2026 di Kawasan Wisata Pantai Karampuana, Donggala, Selasa.

Dia menjelaskan saat ini dua desa yang menjadi pusat tenun Donggala yakni Desa Towale dan Desa Limboro, memiliki sekitar 200 orang penenun. Namun mayoritas mereka adalah penenun yang sudah lanjut usia,

"Para penenun merupakan orang tua, dimana produktifitas sudah tidak maksimal," ujarnya.

Menurut dia, untuk produktivitas yang dihasilkan, dalam dua pekan setiap penenun dapat menghasilkan satu lembar kain, sehingga dalam satu bulan dapat dihasilkan 400 lembar kain tenun Donggala.

"Kami juga menyarankan pemerintah desa, untuk mendirikan koperasi khusus dengan unit usaha kain tenun," katanya.

Buya Subi Festival 2026 digelar pada 5-11 Juli 2026, merupakan hasil kerja sama dengan Eco Fashion Week Australia (EFWA) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Puncak festival akan dimeriahkan dengan Sunset Fashion Show.

Menurut Rustam, kegiatan itu menegaskan bahwa "buya sabe" atau tenun khas Donggala yang terdiri dari Buya Subi, Buya Bomba, Palekat Garusu, dan jenis lainnya, merupakan produk unggulan masyarakat Donggala yang memiliki indikasi geografis, atas kekayaan intelektual komunal.

Menurut dia, tenun Donggala yang ditampilkan tim EFWA bukan hanya karya biasa, melainkan nadi budaya, jejak sejarah dan identitas sejati masyarakat Donggala, serta ketahanan warisan leluhur.

Dia berharap gelaran festival itu, tidak hanya untuk merayakan keindahan kain tenun dan acara seremonial belaka. Tetapi, melainkan untuk melestarikan warisan budaya, agar tidak punah ditelan zaman.

"Kegiatan ini memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuka peluang usaha, bagi pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) lokal, serta menunjukkan budaya tradisional, dapat berjalan beriringan dengan kreatifitas modern saat ini," harapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.