Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MinyaKita Dijual Rp31 Ribu, Mobil GASING Keliling Batam Tekan Harga Sembako

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 14:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
MinyaKita Dijual Rp31 Ribu, Mobil GASING Keliling Batam Tekan Harga Sembako Doc: Antara
Ket. Masyarakat mengantre untuk membeli telor dan bahan pokok lainnya di mobil GASING Disperindag Batam, Kepri, Kamis (20/8).

Batam - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengoperasikan Mobil GASING (JaGa InflaSI KeliliNG) untuk menjual bahan pokok di sejumlah titik keramaian sebagai upaya menjaga kestabilan harga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Wahyu Daryatin mengatakan Mobil GASING berkeliling ke sejumlah wilayah Kota Batam setiap hari kerja dengan membawa berbagai komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat.

"Kami bekerja sama dengan Bulog dan distributor untuk menyediakan bahan kebutuhan yang paling banyak dicari masyarakat. Sekarang ini utamanya MinyaKita karena banyak informasi masyarakat kesulitan mendapatkannya di pasaran," kata Wahyu di Batam, Kamis (20/8).

Mobil GASING pada Kamis beroperasi di depan Masjid Cheng Ho, Bengkong. Sebelumnya, layanan serupa juga menyasar kawasan Belian dan Cahaya Garden Bengkong.

Menurut Wahyu, titik penjualan dipilih berdasarkan tingkat keramaian serta kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut akan dilakukan secara keliling selama satu bulan, termasuk pada akhir pekan apabila terdapat kebutuhan di wilayah tertentu.

"Kalau memang dibutuhkan, Sabtu-Minggu pun kami turun ke titik yang menjadi tempat berkumpul masyarakat dan memang membutuhkan," ujarnya.

Pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, Mobil GASING terpantau ramai didatangi masyarakat sekitar yang membeli berbagai kebutuhan pokok.

MinyaKita dua liter dijual Rp31.000, telur ayam lokal Rp47.000 per ikat, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp56.000, serta beras premium merek Gong Gong Rp65.000.

Pada kegiatan di Bengkong, Disperindag Batam menyediakan 50 dus MinyaKita, masing-masing berisi enam kemasan, 10 ikat telur, 10 paket beras SPHP, dan 10 paket beras premium merek Gong Gong.

"Kemarin di Belian sekitar satu jam sudah habis. Makanya kami juga menyesuaikan dengan kebutuhan warga," katanya.

Wahyu mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga inflasi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, angka inflasi Batam pada Juli 2026 tercatat 4,33 persen secara tahunan (year on year/yoy), turun dibandingkan Juni yang mencapai 4,75 persen.

"Untuk bahan pokok sebenarnya terpenuhi, stok ada dan harga stabil. Inflasi kemarin lebih banyak dipengaruhi komoditas lain seperti emas, BBM, dan transportasi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
  • Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal
    Preview komentar:
    Ulasan mengenai sinergi antara asosiasi pembudi daya dan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81
Daerah
Polda dan 22 Ormas se-Bante...
Advertisement
hut ri 81
BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.