IHSG Hari Ini Tertekan, Investor Tahan Aksi Jelang Keputusan The Fed
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di tengah sikap wait and see investor terhadap hasil pertemuan The Fed.
Pelaku pasar cenderung menahan transaksi agresif sembari mencermati arah kebijakan suku bunga AS, terutama karena keputusan The Fed akan menentukan arus modal global dan memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk saham Indonesia.
Kondisi ini menunjukkan pasar masih berhati-hati hingga sinyal kebijakan moneter AS memberikan kepastian lebih jelas.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/9) sore, ditutup melemah 24,30 poin atau 0,38 persen ke posisi 6.436,85 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,80 poin atau 0,58 persen ke posisi 646,96.
"IHSG bergerak mixed menantikan kebijakan moneter The Fed,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Ratna mengatakan bursa kawasan Asia bergerak variatif dengan kecenderungan menguat, seiring dengan koreksinya harga minyak mentah global setelah secara tidak terduga persediaan minyak mentah AS meningkat menjadi sebesar 7,14 juta barel pada pekan lalu.
Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi global juga cenderung stabil menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.
Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) meningkat menjadi sebesar 92 persen, pada pertemuan 15-16 September 2026.
Dari dalam negeri, pelaku pasar tentunya menantikan implementasi batas minimum harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai dari saat ini senilai Rp50 per saham menjadi Rp1 per saham pada 28 September 2026.
Selain itu, juga menantikan implementasi transaksi short selling yang efektif berlaku pada Oktober 2026, dengan Daftar Efek Short Selling akan dirilis pada 28 September 2026.
Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG kembali bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 1,19 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang naik sebesar 0,10 persen.
Sedangkan sembilan sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 1,20 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang turun masing-masing sebesar 1,18 persen dan 1,01 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!