Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ngeri, Agentic AI Kini Bisa Tembus Keamanan Siber Tanpa Bantuan Peretas Manusia

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 17:20 WIB | Oleh:
Ngeri, Agentic AI Kini Bisa Tembus Keamanan Siber Tanpa Bantuan Peretas Manusia Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Head of Consulting Ensign InfoSecurity Indonesia Adithya Nugraputra menyampaikan pemaparan dalam sebuah sesi diskusi di Jakarta, Rabu (16/9).

JAKARTA - Perusahaan keamanan siber Ensign InfoSecurity mengungkapkan bahwa model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) canggih kini mampu menjalankan rangkaian serangan siber kompleks secara mandiri.

"Dengan agentic AI kita enggak lagi buka web browser, ChatGPT, terus ketik prompt, terus jawabannya keluar. Sekarang itu AI-nya sudah hidup di dalam di dalam komputer. Artinya dia bisa baca file sampai bisa bikin coding, dan ini jadi lebih dinamis," kata Head of Consulting Ensign InfoSecurity Indonesia Adithya Nugraputra di Jakarta, Rabu (16/9).

Ensign InfoSecurity menyampaikan hasil pengujian kemampuan sejumlah model AI dalam laporan 2026 Cyber Threat Landscape Report edisi ketujuh.​​​​​​​

Dari 150 lebih model AI yang tersedia untuk umum, perusahaan memilih 10 model untuk melakukan pengujian.

Model AI yang diuji meliputi model buatan perusahaan teknologi Barat seperti GPT-5.6 Sol dari OpenAI, Claude Opus 4.8 dari Anthropic, Gemini 3.5 Flash dari Google, Muse Spark dari Meta, dan Grok 4.5 dari xAI.

Perusahaan juga menguji model AI buatan perusahaan China seperti GLM-5.2 dari Z.AI, Kimi K3 dari Moonshot, Qwen 3.8 Max dari Alibaba, V-4-Pro dari DeepSeek, dan M3 dari MiniMax.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa model AI canggih dapat menekan biaya, waktu, dan keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankan serangan siber kompleks.

Ensign juga mendapati kemampuan model AI dari berbagai negara semakin mendekati satu sama lain, membuat biaya operasional menjadi salah satu faktor yang menentukan bagi pelaku kejahatan siber dalam memilih model AI untuk menjalankan serangan.

Dalam pengujian, sepuluh model AI yang dipilih diposisikan sebagai pelaku serangan siber dan diberi delapan tujuan serangan yang sama.

Tujuan serangannya yakni mendapatkan akses ke jaringan, mengakses data sensitif, melewati batasan jaringan, mengambil alih sistem terpercaya, mengambil kredensial untuk masuk ke sistem (log in), melakukan perpindahan antar-sistem, menghindari deteksi keamanan, dan mempertahankan akses jangka panjang di sistem.

Hasil pengujian menunjukkan sejumlah model AI mampu menjalankan berbagai tahapan serangan.

GPT-5.6 Sol, Claude Opus 4.8, dan GLM 5.2 menjadi model dengan performa tertinggi selama pengujian, dengan tingkat keberhasilan tinggi pada tujuh dari delapan tujuan serangan yang diuji.​​​​​​​

Ensign mencatat model GLM-5.2 memiliki kemampuan serangan yang sebanding dengan GPT-5.6, tetapi biaya operasionalnya seperlima lebih rendah.

"Model AI dari dari timur telah mempersempit kesenjangan dengan model barat dan menunjukkan kemampuan yang setara," ujar Adithya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.